ANAMBAS,SIJORITODAY.com – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng meresmikan peluncuran program Anambas Cerdas Digital di SMP Negeri 2 Lembah Rewak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (29/10/2026).
Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Yayasan Dompet Dhuafa bersama perusahaan mitra Kufpec dan WNeil dalam mendukung peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah.

Kegiatan yang berlangsung di gedung SMPN 2 Lembah Rewak itu dihadiri Deputi Direktur I Program Pendidikan Dompet Dhuafa, Mulyadi Saputra, S.E., M.Pd., perwakilan manajemen WNeil, Puput, perwakilan manajemen Kufpec, Irwan Mardelis, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kepulauan Anambas, Tony Karnain.
Turut hadir Camat Jemaja, Camat Jemaja Timur, Camat Jemaja Barat, Kepala Desa Rewak, Danposal Jemaja, perwakilan Kapolsek Jemaja, perwakilan Danramil Jemaja, perwakilan KUA Jemaja, para guru, siswa-siswi SMPN 2 Lembah Rewak, serta tamu undangan lainnya.
Kepala SMPN 2 Lembah Rewak, Tami Nurhadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Kepulauan Anambas yang telah berkunjung langsung ke sekolah tersebut.
Menurutnya, kunjungan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah. Pasalnya, sejak berdiri sekitar 11 tahun lalu, SMPN 2 Lembah Rewak baru kali ini mendapat kunjungan langsung dari Bupati Kepulauan Anambas.
Ia berharap, kunjungan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong kemajuan sekolah pada masa mendatang.
“Kami berharap melalui kunjungan Bapak Bupati kali ini, sekolah kami semakin termotivasi untuk terus berkembang, semakin maju, dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan ke depannya,” ujarnya.
Tami juga menyampaikan penghargaan kepada Yayasan Dompet Dhuafa serta perusahaan mitra Kufpec dan WNeil atas kepedulian dan kolaborasi yang diwujudkan melalui program pelatihan Anambas Cerdas Digital.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan investasi penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi di dunia pendidikan.
“Bagi kami, program ini bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan sebuah investasi bagi peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui program tersebut, para guru semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi, lebih kreatif dalam merancang pembelajaran, serta mampu memanfaatkan berbagai perangkat dan platform digital untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih menarik dan efektif.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, dalam sambutannya menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program Anambas Cerdas Digital.
Ia juga mengapresiasi Yayasan Dompet Dhuafa, Kufpec, dan WNeil yang telah berkolaborasi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Aneng berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Ia menekankan pentingnya penerapan ilmu dan keterampilan yang diperoleh agar program tersebut memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.
“Manfaatkan kesempatan pelatihan Cerdas Digital ini dengan baik. Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas sangat mendukung program tersebut dan berterima kasih kepada Yayasan Dompet Dhuafa, Kufpec, dan WNeil atas kolaborasinya melalui pelatihan Anambas Cerdas Digital,” ujar Aneng.
Ia menilai, transformasi pendidikan harus dimulai dari penguatan kapasitas guru sebagai tenaga pendidik yang berperan langsung dalam proses pembelajaran.
Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi dilanjutkan dengan penerapan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Program digital ini memberikan kesan yang sangat mendalam bahwa transformasi pendidikan harus dimulai dari penguatan kapasitas guru terlebih dahulu. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh harus benar-benar diterapkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Aneng menegaskan bahwa keterbatasan geografis Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai daerah kepulauan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih cita-cita dan memperoleh pendidikan berkualitas.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses pembelajaran, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mengurangi kesenjangan pendidikan, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber belajar.
“Keterbatasan geografis tidak boleh menjadi batas bagi cita-cita dan masa depan anak-anak Anambas. Kita harus mampu menjadikan teknologi digital sebagai salah satu sarana untuk memperluas kesempatan belajar, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mengurangi kesenjangan pendidikan,” tegas Aneng.
Peluncuran program Anambas Cerdas Digital diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, yayasan, dan perusahaan mitra, program tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan bagi peningkatan mutu pendidikan serta membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi generasi muda di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Penulis: Alex
Editor: Nuel
