KARIMUN,SIJORITODAY.com – Strategi pengendalian harga pangan dan kebutuhan pokok yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Karimun kembali membuahkan hasil positif.
Berdasarkan rilis Berita Resmi Statistik tanggal 2 November 2026, tingkat inflasi tahunan atau year-on-year/y-on-y Kabupaten Karimun pada Oktober 2026 secara konsisten berhasil dijaga pada angka yang sangat stabil, yakni 2,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di level 110,79.

Angka ini membuktikan bahwa stabilitas ekonomi Karimun lebih tangguh dibandingkan Kota Batam yang mencatatkan inflasi tahunan 3,61 persen maupun Kota Tanjungpinang di angka 3,67 persen.
Bupati Karimun, Iskandarsyah menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari upaya sistematis dan konsisten yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Keberhasilan kita menahan laju inflasi tahunan di angka 2,37 persen membuktikan bahwa roda ekonomi Karimun berjalan di atas rel yang benar dan konsisten,” katanya, Senin (2/11/2026).
“Stabilitas ini adalah janji pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat. Ketika daerah lain di Kepri masih berjuang di angka 3,6 persen ke atas, Karimun berhasil membuktikan bahwa kita mampu menjaga ketersediaan barang dengan harga yang wajar,” sambungnya.
Meskipun tren jangka panjang sangat positif, Pemerintah Kabupaten Karimun tetap responsif terhadap dinamika harga jangka pendek.
Tercatat, secara bulanan atau month-to-month/m-to-m Karimun mengalami inflasi sebesar 0,41 persen pada Oktober 2026.
Pergerakan ini utamanya dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan komoditas cabai merah sebagai penyumbang andil tertinggi sebesar 0,49 persen.
Kenaikan harga cabai ini merupakan imbas dari terbatasnya pasokan di pasar serta menurunnya produksi di daerah sentra penghasil.
Iskandarsyah juga menginstruksikan langkah intervensi agar konsistensi harga tetap terjaga.
Dikatakan Iskandarsyah, untuk cabai merah ini murni masalah distribusi musiman dari daerah penghasil.
Ia juga menegaskan ritme yang sudah konsisten ini tidak boleh dirusak oleh kelangkaan satu atau dua komoditas.
“Saya sudah perintahkan dinas terkait untuk memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dan segera menggelar operasi pasar agar rantai pasok kembali normal dalam hitungan hari,” tegasnya.
Konsistensi stabilitas inflasi di Karimun juga tertolong oleh meredanya harga pada sejumlah kebutuhan esensial.
Penurunan harga (deflasi) pada komoditas seperti udang basah, telur ayam ras, bayam, bawang putih, dan kentang berhasil menjadi penyeimbang pengeluaran rumah tangga.
Di luar sektor pangan, masyarakat juga menikmati penurunan biaya di kelompok kesehatan (turun 0,86 persen) serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (turun 0,62 persen) dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia pun berpesan kepada masyarakat Karimun, tugas pemerintah adalah memastikan kestabilan harga di pasar terus konsisten. Namun, konsistensi ini akan jauh lebih kuat jika didukung oleh kemandirian pangan keluarga.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan program pemanfaatan pekarangan rumah. Menanam cabai atau sayuran secara mandiri adalah langkah cerdas untuk memastikan dapur kita tidak mudah goyah oleh gejolak harga musiman,” pinta Iskandarsyah. (Advertorial)
Penulis: Sunar
Editor: Nuel
