TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan 40 ribu dosis vaksinasi per hari.
Target ini disejalankan dengan pekan vaksinasi peringatan ulang tahun Kepri yang ke-19 yang jatuh pada 24 September 2021 mendatang.
Biasanya, setiap harinya Pemprov Kepri hanya mampu menargetkan 34 ribu – 35 ribu dosis vaksin.
“Ulang tahun bikin pekan vaksinasi. Target 40.000 dosis per hari, dosis satu dan dua,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Selasa (14/9/2021).
Ansar menuturkan, ia telah menghubungi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan ketersediaan vaksin selama pekan vaksinasi.
“Saya komunikasi terus dengan Menkes, hubungan kita begitu baik dengan Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Saat ini, capaian vaksinasi dewasa dosis pertama di Kepri sebesar 78,25 persen dan 43,28 persen dosis kedua.
Sementara, usia 12-17 tahun mencapai 75,72 persen dosis pertama dan 29,57 persen dosis kedua.
Pemprov Kepri pun menargetkan capaian vaksinasi dewasa mencapai 70 persen dan 100 persen untuk usia 12-17 tahun di akhir Oktober mendatang.
Setakat ini, kasus Covid-19 di Kepri terus mengalami penurunan.
Per 13 September, jumlah pasien positif hanya 63 orang, sembuh 85 orang dan meninggal 7 orang.
Secara keseluruhan, jumlah pasien positif mencapai 550 orang dengan Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian rumah sakit 10,34 persen.
Angka BOR ini semakin membesar hingga 30 persen jika digabung dengan data Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dirawat di RSKI Galang Batang.
Ansar pun mengusulkan agar data BOR tidak digabungkan dengan data RSKI, apalagi warga Kepri sudah tak ada yang dirawat di rumah sakit itu.
“Ada bor yang kita laporkan dengan gabung PMI, ada yang kita pisah. RSKI tidak ada lagi menampung masyarakat Kepri, hanya menampung 380 PMI,” ujarnya.
Sementara itu, dari tujuh Kabupaten/Kota di Kepri, masih ada tiga daerah yang masih berada di zona oranye seperti Kota Tanjungpinang, Karimun dan Natuna.
Ansar pun meminta agar agar tiga Kepala Daerah itu segera menurunkan kasus Covid-19 dengan meningkatkan deteksi dini atau tracing.
“Persoalan tracing, kita masih bervariatif, ada Kabupaten/Kota yang sudah tracing di atas 10 dan di bawah 10,” terangnya.
Mantan Bupati Bintan dua periode itu menambahkan, deteksi dini penting untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan menurunkan status ke zona kuning.
Jika seluruh daerah di Kepri berstatus zona kuning, Pemprov Kepri akan bersurat dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk meniadakan wajib PCR bagi wisatawan domestik yang hendak ke Kepri.
Selama ini, wisatawan enggan berwisata karena terbebani dengan PCR yang harganya lebih mahal dan hasilnya lebih lama dari antigen.
“Akan menyurati Menhub, mengusulkan penerbangan dari mana pun ke Kepri tidak lagi menggunakan swab PCR tapi hanya antigen,” tutupnya.
(Nuel)
