TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Perjuangan Anggota DPRD Kepulauan Riau Wahyu Wahyudin mendorong pembangunan batu miring di SMAN 21 Batam akhirnya berbuah manis.
Setelah delapan bulan menunggu, Pemprov Kepri melalui Dinas Pendidikan akhirnya menganggarkan pembangunan batu miring sebesar Rp 1.440.780.000 di APBD tahun 2021 dan tengah dikerjakan oleh CV Tirta Utama Karya.
Meski jadi dibangun, politisi PKS mengaku khawatir bangunan batu miring terancam tidak sesuai spesifikasi. Soalnya, anggaran yang digelontorkan lebih sedikit dari yang diajukan.
“Yang diajukan itu 2 milliar, kemudian dipotong perencanaan dan pengawasan jadi Rp 1,8 milliar naik lelang, pemenang lelang Rp 1,4 milliar,” katanya, Sabtu (9/10/2021).
Untuk memastikan pembangunan sesuai spesifikasi, Anggota Komisi IV DPRD Kepri itu pun mengaku akan mengawasi pembangunan batu miring bersama warga sekolah dan masyarakat setempat.
“Saya bersama warga sekolah dan masyarakat setempat akan memantau proses pengerjaan batu miring ini,” ujarnya.
Sebelumnya, melalui media cetak dan online, Wahyu memang vokal menyuarakan pembangunan batu miring SMAN 21 Batam ini.
Bangunan sekolah ini terancam roboh setelah dilanda hujan tinggi pada bulan Februari – Maret yang lalu yang menyebabkan terjadinya longsor.
Bila terus dibiarkan, gedung yang berada di bibir tanah yang longsor akan roboh sehingga perlu dibangun batu miring untuk menyangga tanah.
“Akhirnya pak Gubernur menurunkan delapan OPD dari tanggap darurat, Alhamdulillah realisasi nya sekarang,” ujarnya.
Wahyu juga menceritakan harapannya untuk melihat SMAN 21 Batam menjadi sekolah unggulan khususnya di Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa Kota Batam.
Namun untuk menuju sekolah unggulan, masih perlu dilakukan sejumlah perbaikan khususnya sarana prasarana belajar yang masih jauh dari kata cukup.
Sekolah baru memiliki laboratorium sains dan belum memiliki laboratorium bahasa dan komputer serta masih kekurangan tiga ruangan belajar.
“Alat labor masih kurang memadai, labor bahasa dan komputer belum ada. Lokalnya saat ini 15 ruangan belajar, yang dibutuhkan 18 ruangan belajar,” ungkapnya.
Selain itu, lapangan sekolah masih tanah dan perlu dipasangi paving blok ataupun semenisasi.
Wahyu memperkirakan masih dibutuhkan anggaran sebesar Rp 3 milliar hingga Rp 4 milliar untuk menuntaskan pembangunan SMAN 21 Batam itu.
“Kalau dilengkapi full, masih dibutuhkan anggaran Rp 3 milliar – Rp 4 milliar lah,” tambahnya.
(Nuel)
