TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin meminta Dinas Kesehatan Kepri dan Kabupaten/Kota kembali menggalakan sosialisasi HIV/AIDS.
Ini menyusul tingginya angka pengidap HIV/AIDS di Kepri yang mencapai 12 ribu orang.
“Program pencegahan harus digalakkan kembali agar jumlah pengidap tak meningkat,” katanya, Rabu (8/12/2021).
Wahyu mengaku heran, di masa pandemi yang sarat dengan pembatasan aktivitas masyarakat, jumlah pengidap HIV/AIDS justru meningkat.
Jumlah pengidap tahun ini meningkat pesat jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya 7.902 pengidap.
“Aneh yah, saat pandemi ini kok kasus HIV/AIDS di Kepri naik. Apakah karena pengawasan dan sosialisasi kurang atau tidak ada anggaran untuk pencegahan?,” ucapnya heran.
Politisi PKS itu pun meminta agar Dinkes melakukan deteksi dini dengan tracing atau tes HIV/AIDS yang disertai dengan penyuluhan di tempat-tempat yang rawan penyebaran.
“Sangat perlu dilakukan tracing, dan disana juga harus diberikan penyuluhan akan bahaya HIV/AIDS ini,” ujarnya.
Wahyu menegaskan, Dinkes tidak boleh lengah mengawasi penyebaran HIV/AIDS meskipun saat ini tengah fokus menangani pandemi COVID-19.
Apalagi, HIV/AIDS ini penyakit seumur hidup dan mematikan, setakat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan si pengidap.
“Sampai saat ini belum ada obatnya, pemerintah seharusnya konsen dengan virus yang mematikan ini,” pintanya.
Dinkes juga perlu mencari tahu penyebab meningkatnya jumlah pengidap HIV/AIDS di masa pandemi COVID-19 sehingga dapat memformulasikan program unggulan untuk menekan penyebaran HIV/AIDS.
Sebelumnya pada Selasa (7/12/2021) kemarin, Kadinkes Kepri Muhammad Bisri mengungkapkan jumlah pengidap HIV/AIDS di Kepri mencapai 12 ribu orang.
Para pengidap itu dominan tersebar di Kota Batam, Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun.
“HIV/AIDS kita itu di Kepri ini jika diakumulasikan ada 12 ribu orang,” katanya.
Bisri menuturkan, Pemprov Kepri telah menyediakan pelayanan dan pengobatan untuk pengidap HIV/AIDS di setiap rumah sakit yang ada.
“Pengobatannya ada di setiap rumah sakit di Kepri,” tuturnya.
Rumah sakit juga menyediakan VCT atau Voluntary Counselling and Testing yang dapat diartikan sebagai konseling dan tes secara sukarela (KTS) bagi masyarakat yang dicurigai mengidap HIV/AIDS.
“Di Kepri di rumah sakit ada VCT setiap orang yang dicurigai terkena akan dilakukan pengetesan karena resiko kontaknya,” ujarnya.
(Nuel/Helen)
