TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Kebijakan pemerintah melarang perayaan malam pergantian tahun dengan pesta kembang api, pawai berdampak negatif terhadap penjualan kembang api.
Seperti Ari misalnya, ia mengeluh penjualannya menurun hingga 50 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Penurunan ini juga diakibatkan perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
“Merosotnya 50 persen lebih, karena situasi ekonomi juga menurun kan. Mungkin juga karena ada larangan main petasan dan tempat-tempat seperti tepi laut dan lainnya dilarang untuk kerumunan,” katanya, Jum’at (31/12/2021).
Ia pun mengaku tidak berani untuk menyetok kembang api dikarenakan adanya pelarangan untuk kerumunan.
“Kita gak berani untuk stok barang karna kerumunan dilarang, apalagi mercon yang gede-gede itu karena penurunannya jauh sekali. Kita barang juga stok lama,” tuturnya.
Ia mengharapkan akan ada perbaikan situasi pandemi agar hari-hari besar di tahun depan dapat dirayakan dengan meriah.
“Mudah-mudahan cepet pulih ya, agar hari besar kayak gini dapat dirayakan apalagi ini hari yang dinantikan masyarakat ya,” tutupnya.
(Helen)
Editor: Nuel
