TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Guna tangkal paham radikalisme, Pesantren Al Kautsar menggelar dialog dengan Dirintelkam Polda Kepri di Aula Pondok Pesantren Al Kautsar, Batu 12 Tanjungpinang Timur, Jumat (11/2/2022).
Sebanyak 150 santri dan santriwati terlibat dalam kegiatan untuk menciptakan Kamtibmas yang kondusif tersebut.
Pengasuh Ponpes Al Kautsar, Supeno yang juga Ketua FKUB Tanjungpinang menyatakan, Indonesia bisa berdiri dengan kokoh karena adanya berbagai suku dan budaya.
“Saya sebagai pengasuh berterima kasih dengan di adakan dialog kebangsaan, karena pesantren bukan tempatnya teroris, saya juga merasa bangga mendapatkan kehormatan dari Polda Kepri karena telah memberikan pengarahan dalam dialog kebangsaan ini, ” ujar Supeno.
AKP Buskardi mewakili Dir Intelkam Polda Kepri mengatakan, radikalisme adalah paham yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan.
“Kami mengharapkan kepada para santri harus fokus pada akidah kita sebagai umat Islam, jangan mudah terpengaruh oleh sumber yang tidak jelas dan jangan pernah mengambil keputusan sendiri,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Bambang Maryono Ketua MUI Provinsi Kepri menambahkan, sebagai warga negara Indonesia, santri memiliki tanggung jawab untuk beragama sejalan dengan kepentingan bangsa dan negara.
“Indonesia bukan negara Islamiyah tapi Indonesia mayoritas umat Islam, Indonesia bukan juga negara Kristen melainkan Indonesia negara yang damai berdasarkan kesepakatan dan berlandaskan Bhinneka tunggal Ika,” terangnya.
Maryono berpesan agar para santri tangkal paham radikalisme namun dengan tetap menjaga agama dan budaya.
“Maka saya berpesan jaga budaya dan jagalah agama begitupun sebaliknya jaga agama juga jaga budaya. Jaga agama jangan merusak negara, jaga negara jangan merusak agama, ” pungkasnya.
(Mis)
Editor: Nuel
