Pemko Didorong Bangun di Kawasan Timur
TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Anggota DPRD Tanjungpinang, Momon mendorong Pemko Tanjungpinang membangun pasar tradisional di kawasan Timur.
Menurutnya, hal ini sangat memungkinkan. Alasan mendasar jumlah penduduk yang terus bertambah di kawasan itu.
Momon berpendapat pernyataan Walikota Tanjungpinang Hj Rahma membangun pasar menggandeng PT Sinar Bahagia Grup (SBG), kurang tepat.
Apalagi, di tengah kondisi tarif sewa lapak di Pasar Bincen di naikkan pengelola yaitu PT SBG.
Ia menilai, rencana tersebut perlu di kaji ulang. Jangan sampai dua pasar tradisional di kawasan Timur di kuasai pihak ke swasta dengan pengelola yang sama.
“Saya rasa rencana itu kurang tepat. Harus ada pembanding. Lebih baik Pemko cari lahan dan bangun pasar tradisional yang di kelola sendiri,” paparnya.
Terkait dorongan Pemko membangun pasar, menurutnya bukan tidak mungkin. Mengingat, ratusan hektare lahan terlantar di kawasan Senggarang. Bahkan gak jauh dari lokasi rencana pembangunan pasar baru oleh pihak PT SBG.
Bila pemerintah serius ingin mengelola pasar tradisional, ia menilai lahan tersebut bisa digunakan.
“Demi kepentingan masyarakat, lahan terlantar tersebut bisa di fungsikan menjadi pasar tradisional,” ucapnya.
Terkait langkah-langkah ini, menurutnya pihak pemerintah daerah bahkan bersama pihak legislatif bisa ke BON Tanjungpinang.
Mendudukkan persoalan lahan agar bisa di gunakan. Berbagai persoalan yang mungkin ada nantinya di bahas bersama kembali.
“Saya yakin jika sudah ada lahan, Pemko bisa ajukan pembangunan ke pusat. Terpenting lahan dulu tersedia,” paparnya.
Ia menilai, jika sudah memiliki pasar tradisional di kawasan Timur ada dua keuntungan mendasar. Pertama, tarif layak pedagang bisa terjangkau. Kedua, menambah pemasukan bagi daerah.
Serta tak kalah penting, bahwa harga kebutuhan pokok di pasar bisa terkendali.
“Saya secara pribadi sarankan demikian. Berharap Pemko bisa realisasikan dengan mulai dibahas,” ucapnya.
Sebelumnya, Walikota Tanjungpinang Hj Rahma memberikan beberapa solusi terkait beberapa pedagang keberatan terkait tarif sewa lapak.
Pertama mengalihkan sebagian yang tak mampu bayar ke kawasan Kota Lama. Serta, berencana melakukan pembangunan asar tardisional baru di kawasan Perumahan Galaxi, Batu 14. (prb)
Editor : Liza
