Sijori Today

Hampir Sebulan, Penabrak Zulkifli di Jalan Peralatan Belum Terungkap

Kecelakaan Lalu lintas

Terlihat Satlantas Polres Tanjungpinang turun lagi ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). F : Mis

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Sejak kejadian tanggal 09 Februari 2022, pelaku yang menakbrak Zulkifli warga Kelong, Kabupaten Bintan di Jalan Peralatan, Kilometer 7, Tanjungpinang belum berhasil diungkap Satlantas Polres Tanjungpinang, Sabtu (05/03/2022).

Terakhir, Kasat Lantas Polres Tanjungpinang, AKP I Made Putra mengatakan, sudah memeriksa lima orang saksi atas kecelakaan maut itu.

Diduga berawal dari keterangan saksi itu, polisi langsung mengamankan Mobil Dinas Wawako Tanjungpinang Endang Abdullah dan Olah Tempat Kejadian Perkara kedua kalinya.

“Diduga mobil dinas Wawako Tanjungpinang terlibat,” sebut Made waktu itu.

Namun, hampir 1 bulan setelah kejadian kecelakaan, polisi belum berhasil mengungkap siapa pelaku penabrak Zulkifli.

Sebelumnya, salah satu saksi di temui SIJORITODAY di rumahnya mengaku, saat kejadian, ia sedang melayani seorang pembeli bunga makam.

Menurut pengakuannya, ia bersama konsumennya itu berteriak ‘ada kelindas’. Ia pun langsung melihat ke tempat di maksud dan langsung berteriak ‘ada tabrakan’.

Kemudian ia mengaku, saat itu ia hanya melihat satu mobil di TKP yakni mobil dinas Wawako Tanjungpinang sementara korban sudah tergeletak di tengah jalan.

Saat itu, ia pun langsung meminta mobil dinas Wawako untuk membawa korban ke rumah sakit. Namun, ia dihalangi supir Wawako yang meminta agar menunggu polisi datang dahulu.

“Saya lagi melayani pembeli bunga, lalu pembeli itu teriak kelindas dibarengi suara brak dari arah motor yang jatuh habis itu saya pun teriak ‘ada tabrakan’. Setelah itu baru saya menolong, yang terlihat sama saya cuma satu mobil aja (mobil Fortuner hitam) kenapa, karena saya fokusnya ke korban tadi,” ujarnya.

Saat itu diungkapkan saksi, korban masih bernafas namun kejang-kejang. Setidaknya ada sekitar 15 menit korban tergeletak tanpa mendapatkan penanganan medis.

Setelah di desak warga yang semakin ramai, korban akhirnya dievakuasi menggunakan mobil dinas Wawako.

“Setelah itukan saya bilang gotong-gotong, tapi supir mobil itu (Wawako) melarang karena menunggu ambulance dan Polisi, sampai sekitar 15 menitan korban tidak mendapat bantuan,” terangnya.

Korban dievakuasi melalui pintu bagasi karena pintu samping tidak muat, agar darah korban tidak berceceran di lantai mobil, tubuh korban pun dialasi dengan terpal.

“Setelah belasan menit berlalu warga sekitar meminta untuk korban dibawa terlebih dahulu untuk mendapat pertolongan, yang kemudian korban diangkut menggunakan mobil Wakil Wali Kota Tanjungpinang menuju RSUP,” tuturnya.

Saksi menambahkan, ia sudah memberikan kesaksian kronologi kecelakaan yang ia lihat kepada polisi.

Bantahan Wawako Tanjungpinang, Endang Abdullah soal Mobil Dinasnya Terlibat

Endang Abdullah menerangkan, saat kejadian, ia baru selesai mengikuti rapat di Dinas PUPR. Setelah keluar dari kantor Dinas PUPR, ia menemukan korban sudah jatuh tergeletak di tengah jalan.

“Saya baru selesai rapat di Dinas PU jalan peralatan menuju pulang ke rumah dinas bersama ajudan, walpri dan supir. Keluar dari kantor PU, tidak jauh dari situ melihat pengendara motor sudah jatuh tergeletak di tengah jalan. Kami turun dari mobil melihat korban tersebut dan langsung menghubungi pihak kepolisian, ambulance dan saya sendiri berlari ke dinas PU untuk meminta bantuan. Melihat belum ada pertolongan, kami berinisiatif membawa korban ke RSUP menggunakan mobil dinas bersama 2 orang warga yang membantu”, terangnya.

Endang juga menyampaikan bahwa informasi yang beredar di media sosial maupun WhatsApp grup tidak benar.

“Pengendara tidak di tabrak oleh mobil dinas, kami lewat disitu dan membantu korban membawa ke Rumah Sakit”, tambahnya.

Selanjutnya Endang turut menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban dan mengatakan selanjutnya menyerahkan kepada pihak kepolisian.

“Atas nama pribadi mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Dan untuk selanjutnya menyerahkan kepada pihak kepolisian melalui kasat lakalantas yang akan menyelidiki penyebab lakalantas tersebut”, tutupnya.

(Misbach)

Editor : Redaksi

Exit mobile version