BATAM,SIJORITODAY.com – Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin meminta Pemerintah Pusat membangun pusat pelelangan ikan bertaraf internasional di Natuna.
Pelelangan ikan nantinya akan dikelola oleh BUMD Kepri dengan menggandeng pihak ketiga.
Wahyu optimis, pembangunan ini akan meningkatkan pendapatan daerah dan memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan daerah perbatasan khususnya Natuna.
Pembangunan pusat pelelangan ikan di Natuna juga akan menyerap tenaga kerja lokal dan menekan bertambahnya jumlah pengangguran.
Diketahui, per Februari 2021, pengangguran di Kepri mencapai 10,12 persen dan penduduk miskin mencapai 144,46 ribu orang.
Lebih dari itu, pembangunan pelelangan ikan akan membantu nelayan lokal mencari ikan hingga ke perbatasan Laut Natuna Utara.
Nelayan tidak perlu ke darat untuk menjual hasil tangkap nya, cukup ke pusat pelelangan ikan yang dibangun di tengah laut.
Kawasan perbatasan yang selama ini jarang tersentuh pun akan semakin ramai oleh nelayan lokal sehingga nelayan asing tak bisa mencuri ikan lagi.
“PAD pasti meningkat, Natuna jadi pusat perikanan, wilayah perbatasan semakin ramai akan nelayan, potensi pencurian ikan bisa di atasi,” katanya, Selasa (22/3/2022).
Wahyu meminta, pembangunan pusat pelelangan ikan diselaraskan dengan penguatan nelayan melalui pemberian bantuan kapal yang modern dan tangguh.
Kapal akan dikelola oleh beberapa nelayan yang tergabung dalam koperasi.
Pemprov juga perlu memberikan bantuan modal kepada koperasi nelayan dengan menggandeng pihak perbankan.
Bila perlu, bantuan kredit bunga nol persen yang dibagikan Pemprov kepada UMKM bisa diterapkan kepada nelayan.
Selama ini kata Wahyu, akibat keterbatasan modal, nelayan harus meminjam uang ke toke ikan sebelum pergi melaut.
Kondisi ini pun menyebabkan harga ikan nelayan menjadi murah, karena tidak bisa menjual ikan ke toke lain dengan harga yang kompetitif.
“Pelelangan tersebut berada di tengah laut alias mempergunakan semacam kapal induk,” ujarnya.
Anggota Fraksi PKS itu menambahkan, pembangunan pusat pelelangan ikan ini merupakan bentuk perhatian Pemprov Kepri terhadap para nelayan.
Ia pun berharap, pembangunan ini dapat dijalankan di masa pemerintahan Ansar-Marlin dengan menggandeng seluruh stakeholder terkait.
“Sudah saatnya kita menghadap ke laut, sudah terlalu lama kita membelakangi laut. Selama ini kita fokus ke darat, padahal wilayah kita 96 persen laut,” tambahnya.
(Bora)
Editor: Nuel
