Sijori Today

Pinjaman Tanpa Bunga Bagi Pencari Kerja ke Luar Negeri

Pinjaman Tanpa Bunga

Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin dalam rapat DPRD belum lama ini.

BATAM,SIJORITODAY.com – Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau meminta agar Pemprov Kepri menyediakan pinjaman tanpa bunga bagi pencari kerja ke luar negeri.

Menurut Wahyu, minat pelajar Kepri yang ingin bekerja dan magang ke luar negeri tergolong tinggi, apalagi Kepri berada di daerah perbatasan.

Pinjaman tanpa bunga ini akan digunakan untuk biaya pelatihan dan pengembangan skill calon pekerja sebelum ditempatkan di luar negeri.

“Banyak anak anak SMA & SMK berminat kerja ke Jepang atau kuliah dan magang ke Jerman. Bahkan orang tuanya menyetujui,” katanya, Kamis (24/3/2022).

Wahyu menuturkan, saat ini, biaya pelatihan dan pengembangan skill sangat mahal, sehingga di perlukan subsidi dari pemerintah.

Pinjaman lunak akan diberikan kepada calon pekerja potensial untuk menjalani pelatihan yang di selenggarakan oleh perusahaan perekrut tenaga kerja dengan jaminan ditempatkan apabila sudah menjalani pelatihan.

“Biaya pemantapan skill bahasa, skill kerja, transportasi, akomodasi, visa & pendampingan selama 1 bulan di negara tujuan cukup tinggi yaitu ke Jepang Rp 55 juta & magang di Jerman Rp 35 juta akhirnya mengurungkan niat itu,” ujarnya.

Wahyu meminta agar skema pengembalian pinjaman lunak dalam tenor yang lama, agar pekerja tidak terbebani.

Agar tidak beresiko, gaji pekerja dapat menggunakan skema autodebet di sebuah bank di Jepang yang bekerja sama dengan perusahaan perekrut.

“Di kembalikan secara nyicil & long term. Supaya aman gaji daripada anak anak itu di autodebet di sebuah bank di Jepang bekerja sama dengan perusahaan yang merekrutnya,” ujarnya.

Anggota Fraksi PKS itu memastikan Pemprov Kepri tidak akan merugi dalam pemberian pinjaman lunak karena berinvestasi terhadap program pengentasan kemiskinan.

Ia pun optimis, pinjaman lunak bagi pencari kerja ke luar negeri ini akan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengurangi pengangguran.

Lagipula, pekerja yang bekerja di luar negeri akan menghasilkan pendapatan bagi negara berupa devisa.

“Pengangguran di Kepri akan berkurang, taraf hidup orang tua yang anaknya kerja di Jepang atau Jerman akan naik,” terangnya.

Sementara itu, Seka salah satu pelajar SMK di Kota Tanjungpinang mengaku sangat ingin bekerja ke luar negeri seperti Jepang.

Selain bekerja ia juga ingin mempelajari berbagai kebudayaan dan menyaksikan langsung perubahan empat musim di Negeri Sakura.

Namun ia pun terpaksa mengurungkan niatnya itu karena tidak fasih bertutur bahasa Jepang, sepengetahuannya, untuk bekerja di Jepang harus fasih berbahasa Jepang paling tidak N4.

Untuk mendapatkan sertifikat N4, ia harus kursus bahasa yang memerlukan biaya yang besar.

Seka pun berharap agar Pemprov Kepri melalui Dinas Pendidikan memberikan subsidi membantu calon pekerja yang ingin bekerja ke luar negeri.

Ia juga berharap, bahasa Jepang menjadi salah satu pelajaran yang di wajibkan di dalam kurikulum pendidikan agar siswa bisa bertutur bahasa Jepang sedari pendidikan dasar.

(Bora)
Editor: Nuel

Exit mobile version