Sijori Today

Kepri Mesti Punya Gedung Kesenian dan Museum Sejarah Berstandar Nasional

Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Nur saat rapat capaian kerja bersama Dinas Kebudayaan Kepri, Kamis (6/7/2022) pekan lalu.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Nur meminta agar Gubernur Ansar Ahmad mengakomodir pembangunan Gedung Kesenian dan Museum Sejarah berstandar nasional.

Sirajudin menuturkan, sebagai Provinsi yang kaya akan khasanah dan warisan budaya Melayu, sudah seharusnya Kepri memiliki Gedung Kesenian dan Museum Sejarah.

Ini juga sebagai upaya Pemprov Kepri mendukung pelestarian pengembangan kebudayaan yang di prakarsai oleh masyarakat seperti lembaga kesenian dan pegiat seni budaya daerah.

Sirajudin membeberkan, dalam rapat bersama pada 6 Juli lalu, Dinas Kebudayaan mengeluhkan minimnya anggaran untuk pembangunan Gedung Kesenian dan Museum Sejarah.

Dengan besaran belanja pembangunan yang hanya Rp6,2 miliar untuk membiayai 6 program, pembangunan Gedung Kesenian dan museum sulit diwujudkan tanpa dukungan APBN.

“Sebagai provinsi yang kaya akan khasanah dan warisan budaya melayu, sangat disayangkan Kepulauan Riau hingga saat ini belum memiliki Gedung Kesenian dan Museum Sejarah berstandar nasional,” katanya, Kamis (14/7/2022).

Anggota DPRD 2 periode itu pun meminta agar pembangunan Gedung Kesenian dan Museum Sejarah menjadi prioritas Gubernur Ansar Ahmad.

Sirajudin berharap agar Pemprov Kepri dapat menganggarkan pembangunan di tahun 2023 dan 2024 sehingga selambat-lambatnya tahun 2025 Gedung Kesenian dan Museum Sejarah sudah berdiri.

“Ini soal komitmen. Jika kita memandang penting keberadaan fasiltas kebudayaan ini, saya kira soal anggaran tidak menjadi kendala. Buktinya Pemprov bisa membangun infrastruktur hingga ratusan miliar tanpa kendala. Jadi sesungguhnya kendala itu ada pada komitmen kita terhadap kebudayaan,” tegasnya.

Politisi PKB ini pun berjanji akan mencari dukungan APBN saat menemui Komisi X DPR RI dan Kemendikbud pada akhir Agustus mendatang.

“Kita akan kejar juga dukungan APBN untuk keperluan pembangunan gedung dan museum sejarah ini. Kita di Komisi IV sudah merencanakan untuk menemui Komisi X DPR RI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di akhir agustus ini,” ucapnya.

Sebelum itu, Sirajudin meminta agar Dinas Kebudayaan mengidentifikasi ulang isu strategis kebudayaan daerah, dan melaksanakan program pembangunan berdasarkan isu yang sangat prioritas.

Dinas Kebudayaan juga perlu berupaya maksimal mengakses APBN untuk membiayai kebutuhan pembangunan kebudayaan.

“Kita terus mendorong pemerintah untuk membantu pegiat pegiat seni budaya untuk berkembang melalui bantuan sarana prasarana, festival seni budaya dan apresiasi bagi pegiat seni budaya berprestasi,” tambahnya. (*)

Editor: Nuel

Exit mobile version