BATAM,SIJORITODAY.com – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), T.S Arif Fadillah menemui petinggi Pertamina wilayah Kepri di Graha Kepri, Batam, Senin (1/8/2022).
Rombongan Ansar disambut langsung oleh Sales Area Manager (SAM) Retail Wilayah Kepri Mahfud Nadyo Hantoro, Sales Branch Manager (SBM) Wilayah I Kepri Reiza, dan SBM Wilayah II Kepri Fadlan.
Dalam pertemuan itu, Ansar mengusulkan agar dibentuk Tim Khusus Bersama untuk mengawasi distribusi BBM subsidi dan non subsidi.

Diketahui, belakangan ini, nelayan mengeluhkan kondisi BBM yang langka sehingga berdampak pada meningkatnya harga komoditas ikan.
“Nelayan dan pelaku usaha transportasi laut rawan menjadi celah bagi oknum-oknum yang ingin memanfaatkan disparitas harga antara BBM Subsidi terhadap BBM Industri,” katanya, Senin (1/8/2022).
Selain itu, Ansar juga mengusulkan pembahasan suatu peraturan yang mengatur pemberian kuota harian nelayan dengan porsi 70 persen subsidi dan 30 persen non subsidi atau industri.
“Kita sarankan untuk diadakan pembahasan suatu peraturan yang mewajibkan nelayan dan pelaku transportasi laut untuk diberikan kuota harian yang mana mewajibkan sekian persennya membeli BBM Non-Subsidi,” ujarnya.
Ansar pun menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program MyPertamina subisidi tepat sasaran bersama identitas tunggal pelaku usaha kelautan dan perikanan yang diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Kartu Kusuka ini ditujukan untuk perlindungan dan pemberdayaan pelaku usaha kelautan dan perikanan, percepatan pelayanan, peningkatan kesejahteraan nelayan,” tuturnya.
“Untuk itu dalam finalisasi program digitalisasi, kita minta untuk dapat membuat program pengawasan sementara untuk JBKP dan JBT,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin mendorong Pemprov Kepri untuk mendapatkan tambahan kuota BBM subsidi di tahun mendatang.
Penambahan BBM subsidi dibutuhkan nelayan untuk meningkatkan produktivitas penangkapaan ikan.
“Kuota yang ada saat ini masih belum cukup, saya harap pak Gubernur mengupayakan penambahan kuota di tahun 2023,” tambahnya.
Penulis:Nuel
