Sijori Today

Kurangi Resiko Bencana, BPBD Kepri Latih Tenaga Kependidikan SLB Negeri Batam

Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kepri, Abdul Basir saat memberikan pemaparan di hadapan tenaga kependidikan dan komite sekolah SLB Negeri Batam, Kamis (1/9/2022).

BATAM,SIJORITODAY.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Riau melatih tenaga kependidikan dan komite sekolah di SLB Negeri Batam, Kamis (1/9/2022).

Pelatihan mengusung tema ‘Pelatihan PRB (Pengurangan Resiko Bencana) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana bagi Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Komite Sekolah’.

Kepala Pelaksana BPBD Kepri, Muhammad Hasbi melalui Kepala Seksi Pencegahan, Abdul Basir mengatakan, pelatihan bertujuan agar tenaga kependidikan tanggap saat terjadi bencana di lingkungan sekolah.

“Tenaga kependidikan setidaknya bisa memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” katanya, Kamis (1/9/2022).

Pelatihan juga merupakan bentuk BPBD Kepri dalam program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SLB Negeri Batam.

Diketahui materi yang disampaikan beragam, seperti konsep program SPAB yang inklusif, Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dasar, pesan dan prosedur multi ancaman, kajian resiko bencana partisipatif dan inklusif, dan integrasi pilar-pilar SPAB di sekolah.

Dalam penyampaiannya, Abdul Basir menyampaikan ada tiga pilar utama membentuk sekolah aman bencana.

Pertama, fasilitas sekolah harus dirancang sekokoh mungkin, mulai dari bangunan atau fasilitas lainnya seperti meja, kursi, almari dan lainnya.

Kedua, sekolah harus memiliki manajemen sekolah aman bencana seperti membuat panduan dan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) serta kegiatan simulasi secara berkala.

Sementara pilar ketiga adalah kurikulum. Ia menjelaskan PRB seharusnya diintegrasikan dengan mata pelajaran di sekolah.

“Bisa kita masukan dalam pelajaran, seperti IPS, IPA, Agama dan mata pelajaran lainnya,” terangnya.

Selain itu, Abdul Basir juga menjelaskan sekolah menjadi tempat sebagian besar kehidupan anak-anak dan merupakan rumah kedua bagi peserta didik.

Abdul Basir berpesan kepada tenaga pendidik untuk tetap tenang menghadapi bencana apabila terjadi.

“Bapak ibu jika sudah mengetahui ini sebaiknya harus tenang, kan sudah mengetahui hal ini, jadi kita bisa bantu peserta didik untuk mengurangi resiko bencana yang terjadi, ini tugas kita semua,” ucapnya.

Abdul Basir menyampaikan bahwa pada dasarnya penanggulangan bencana harus dilakukan oleh semua stakeholder untuk ikut terlibat.

Ia menyebut bila terjadi bencana segera berkoordinasi dengan pilar-pilar yang ada di daerah sesuai intruksi Presiden Joko Widodo.

Dalam intruksinya di awal tahun 2020, Presiden Joko Widodo mengajak berbagai pihak yang tergabung dalam unsur pentahelix, yakni pemerintah, dunia usaha, akademisi atau pakar, masyarakat dan media massa untuk berkolaborasi dalam melakukan pencegahan, pengelolaan lingkungan, rekonstruksi, hingga rehabilitasi dampak bencana di Indonesia.

Serta Presiden juga mengingatkan agar TNI dan Polri untuk selalu siap siaga dan turun ke lapangan bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung penanggulangan bencana.

Penulis: Ravi
Editor: Nuel

Exit mobile version