NATUNA,SIJORITODAY.com – Manajemen pabrik menegaskan komitmennya dalam menerapkan standar kualitas ikan secara konsisten di setiap proses penjualan.
Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan manajemen pabrik, Tomi, sebagai langkah strategis untuk menjaga kepercayaan konsumen serta kestabilan harga ikan di pasaran.
Menurut Tomi, kualitas ikan memiliki pengaruh langsung terhadap nilai jual, terutama pada musim-musim tertentu.
Ia menjelaskan bahwa pada musim angin utara dengan kondisi cuaca kencang, hasil tangkapan nelayan biasanya mengalami penurunan.
Dalam kondisi tersebut, ikan dabat dengan kualitas ekspor dapat mencapai harga sekitar Rp30.000 per kilogram, sementara ikan yang tidak memenuhi standar kualitas hanya bernilai sekitar Rp18.000 per kilogram.
“Perbedaan kualitas sangat menentukan harga. Karena itu, standar mutu harus dijaga dengan ketat agar nilai jual ikan tetap optimal,” ujar Tomi.
Lebih lanjut, Tomi menyampaikan bahwa pada musim teduh, harga tertinggi ikan dabat berada di kisaran Rp25.000 per kilogram.
Kondisi ini menunjukkan bahwa konsistensi kualitas tetap menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing produk di pasar, baik lokal maupun ekspor.
Ia juga menekankan pentingnya ketelitian dalam proses penyortiran ikan. Menurutnya, kesalahan dalam penilaian mutu dapat berdampak pada penurunan harga jual serta berpotensi mengurangi kepercayaan konsumen.
Menanggapi aspirasi para pekerja terkait kebutuhan panduan kerja yang lebih jelas dan fasilitas pendukung, Tomi menyatakan bahwa manajemen berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi, pembinaan, dan peningkatan sistem kerja.
“Manajemen akan terus berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan usaha dan kondisi kerja di lapangan, agar standar kualitas ikan dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan,” tutup Tomi.
Penulis: Evan
Editor: Nuel
Baca sebelumnya: Warga Natuna Keluhkan Harga dan Kualitas Ikan Tongkol
