Warga Natuna mengeluhkan harga dan kualitas ikan tongkol di pasaran. F:Sijoritoday.com/Evan

NATUNA,SIJORITODAY.com — Harga ikan di Kabupaten Natuna kembali menjadi sorotan masyarakat.

Ikan tongkol yang dijual di pasaran kini mencapai Rp30.000 per kilogram, meskipun kualitasnya dinilai kurang baik.

Kondisi ini memicu keluhan warga yang merasa kesulitan membeli ikan untuk konsumsi sehari-hari.

Menurut keterangan masyarakat, ikan tersebut berasal dari pabrik yang berada di Kawasan Tanjung, Kabupaten Natuna, yang dikelola oleh Tomi.

Ironisnya, ikan dengan kualitas yang tidak segar tetap dipasarkan dengan harga tinggi.

“Sekarang ikan makin susah, tidak seperti dulu. Dulu harga masih pantas dibeli dan ikannya pun bagus untuk dikonsumsi,” ujar salah seorang warga Natuna.

Keluhan ini semakin terasa karena Natuna dikenal sebagai daerah dengan potensi perikanan yang melimpah. Namun kenyataannya, masyarakat lokal justru kesulitan mendapatkan ikan dengan harga terjangkau.

Banyak warga mempertanyakan ke mana hasil laut Natuna selama ini didistribusikan.

Diduga, dominasi pabrik dan pengepul besar menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga ikan di pasaran.

Ikan hasil tangkapan nelayan lebih banyak diserap oleh pabrik, sementara masyarakat hanya mendapatkan sisa dengan harga yang tetap tinggi.

Selain itu, belum adanya pengawasan ketat terhadap standar harga dan kualitas ikan turut memperburuk keadaan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan, melakukan pengawasan terhadap distribusi ikan, serta memastikan masyarakat lokal tidak dirugikan.

“Natuna ini lautnya luas dan ikannya banyak. Jangan sampai masyarakat sendiri tidak bisa menikmati hasil lautnya,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pabrik maupun pemerintah daerah terkait mahalnya harga ikan di Natuna.

Penulis: Evan
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here