Sijori Today

Pegawai BPR Karimun Inisial TW Diduga Arogan Berujung Laporan Polisi

Feri Setiawan, orang tua korban kekerasan inisial Y saat memberikan keterangan, Jumat (10/4/2026). F: Sijoritoday.com/Sunar

KARIMUN,SIJORITODAY.com – Orang tua korban dugaan tindak kekerasan dan intimidasi, Feri Setiawan melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke polisi.

Dituturkan Feri, peristiwa itu terjadi pada 10 Maret 2026 lalu di Kantor BPR Tuah Karimun tempat anaknya inisial Y bekerja sebagai teller.

Saat itu, TW yang juga bekerja di BPR Tuan Karimun masuk ke area teller dan menggunakan mesin penghitung uang untuk kepentingan pribadi.

Korban inisial Y yang melihat hal tersebut kemudian memberikan teguran secara profesional. Namun, respons yang diterima justru di luar dugaan. TW tersulut emosi dan sempat meninggalkan ruangan, lalu kembali dan meluapkan kemarahannya di hadapan karyawan lain.

“Anak saya dimaki dengan kata-kata kasar. Bahkan sempat hendak dipukul, tapi berhasil dicegah oleh rekan kerja diruangan kerja. Setelah itu, dia malah melempar alat tulis kearah anak saya,” tutur Feri, Jumat (10/4/2026).

Akibat kejadian tersebut, anaknya mengalami tekanan psikologis, bahkan sempat tidak masuk kerja karena merasa takut dan tidak nyaman berada satu lingkungan dengan TW.

“Traumanya masih terasa sampai sekarang, lingkungan kerja jadi tidak lagi kondusif buat anak saya,” bebernya.

Feri Setiawan merasa tidak terima dengan perlakukan TW kepada anaknya, Ia pun melaporkan TW ke Polsek Tanjungbalai Karimun pada Rabu 11 Maret 2026.

Dikatakan Feri, pihak Polsek Tanjung Balai Karimun telah menerima laporan tersebut dan tengah melakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

Ia juga berharap manajemen BPR Tuah Karimun dapat bertindak tegas terhadap oknum pegawai inisial TW serta meminta aparat penegak hukum memproses kasus ini secara serius.

“Kami berharap ada tindakan tegas dari pihak manajemen BPR Tuah Karimun terhadap pegawai yang arogan dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya agar ada rasa keadilan,” pinta Feri.

Inisial TW saat dikonfirmasi mengaku keberatan jika persoalan tersebut dipublikasikan di media.

Ketika dimintai klarifikasi, TW malah merespons dengan nada tinggi dan menantang awak media.

“Iya saya bilang begitu, kenapa!, Kalau tidak senang, kita berantam saja,” ucapnya lantang.

Sikapnya tersebut saat dikonfirmasi memicu reaksi rekan-rekan jurnalis.

Dinilai tindakan TW sudah mengarah pada bentuk ancaman terhadap kerja jurnalistik.

“Itu jelas bentuk intimidasi. Dia sendiri mengakui ucapannya soal ingin meretas media, bahkan menantang berkelahi. Saya mendengar langsung dan ada rekamannya,” kata Ary seorang jurnalis di Karimun saat melakukan konfirmasi, Jumat (10/4/2026).

“Seharusnya dia inisial TW menggunakan hak jawab memberikan klarifikasi, bukan malah bersikap agresif,” tambahnya.

Penulis: Sunar
Editor: Nuel

Exit mobile version