BINTAN,SIJORITODAY.com – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mendorong Pemprov Kepri menginisiasi kerjasama bilateral dengan Malaysia.
Wahyu mengatakan, kerjasama bilateral itu khusus untuk nelayan tradisional yang beraktivitas di perbatasan.
“Saya mendorong kerjasama bilateral ini agar nelayan kita yang tidak sengaja melewati perbatasan tidak langsung ditangkap, cukup diberikan teguran atau dihalau secara persuasif,” katanya, Kamis (4/6/2026).
Kerjasama bilateral ini juga disandingkan dengan kerjasama patroli bersama yang dilaksanakan secara rutin.
“Kita harus membangun mekanisme komunikasi dan patroli bersama yang efektif. Hubungan Kepri dan Johor sangat dekat secara budaya dan sosial. Masalah perbatasan ini seharusnya bisa diselesaikan dengan semangat persaudaraan, bukan langsung dengan penangkapan,” tuturnya.
Diketahui, pada 1 Juni 2026, dua kapal nelayan kecil asal Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan ditahan di Malaysia.
Wahyu Wahyudin juga mendukung langkah Aliansi Bintan-Lingga yang telah melaporkan kasus ini ke BIN, DPD HNSI Kepri, dan KBRI Kuala Lumpur.
Ia menekankan pentingnya perlindungan konsuler serta penyelesaian kasus secara cepat dan adil.
“Sebagai wakil rakyat, saya akan terus mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk memberikan perlindungan maksimal bagi nelayan Kepri. Mata pencaharian mereka harus dijaga,” tegasnya.
Kejadian ini diharapkan menjadi momentum bagi Pemprov Kepri untuk lebih proaktif dalam menyelesaikan isu perbatasan laut melalui diplomasi daerah yang intensif. ***/rls
Editor: Nuel
