BATAM,SIJORITODAY.com – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengapresiasi Kementerian Luar Negeri, KJRI Johor Bahru, BP2MI, Polairud, Pemprov Kepri hingga Pemkab Bintan yang membantu pemulangan nelayan yang sempat ditahan di Malaysia.
“Saya bersyukur dan mengapresiasi kerja keras teman-teman yang telah memfasilitasi pemulangan nelayan Bintan yang akhirnya dapat berkumpul kembali dengan keluarganya,” katanya, Rabu (15/7/2026).
Wahyu berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali pada waktu yang akan datang.
“Jangan sampai setiap pemulangan hanya menjadi seremoni, yang lebih penting adalah bagaimana mencegah agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tuturnya.
Wahyu menjelaskan, kasus nelayan yang ditangkap di perairan Malaysia terus berulang.
Ini menandakan bahwa persoalannya bukan hanya soal pelanggaran batas negara, tetapi juga menyangkut kesejahteraan nelayan.
Minimnya teknologi navigasi, keterbatasan informasi batas laut di lapangan, serta kondisi cuaca dan arus sering membawa kapal nelayan tradisional keluar dari jalur yang seharusnya.
“Pemerintah pusat dan daerah perlu menyusun langkah komprehensif dengan memberikan bantuan alat navigasi kepada nelayan kecil, memperkuat edukasi mengenai batas wilayah laut Indonesia–Malaysia, meningkatkan patroli dan pendampingan di daerah perbatasan, serta memperkuat diplomasi agar perlindungan terhadap nelayan tradisional menjadi prioritas bersama,” ujarnya.
Wahyu juga mendorong agar pemerintah kembali mengevaluasi dan memperkuat implementasi kesepahaman (MoU) Indonesia–Malaysia mengenai penanganan nelayan tradisional.
“Nelayan yang tidak sengaja melintasi batas karena faktor cuaca atau kerusakan mesin seharusnya lebih mengedepankan pendekatan kemanusiaan daripada proses pidana, sepanjang tidak melakukan praktik illegal fishing,” tegasnya.
Wahyu berharap, negara selalu hadir memberikan perlindungan, kepastian, dan rasa aman bagi para nelayan di wilayah perbatasan.
“Harapan saya sederhana, jangan sampai nelayan berangkat mencari nafkah untuk keluarganya, tetapi justru berakhir di balik jeruji negara tetangga,” imbuhnya.
Penulis: Sunar
Editor: Nuel
