Sijori Today

Bukit Padi Tetapkan Tiga Program Prioritas Cegah Stunting dalam RKPDes 2027

Kegiatan Rembuk Stunting di Balai Desa Bukit Padi, Senin (6/7/2026). F:Sijoritoday.com/Alex

ANAMBAS,SIJORITODAY.com – Pemerintah Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar Rembuk Stunting sebagai bagian dari penyusunan dan penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027, Senin (6/7/2026).

‎Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Bukit Padi tersebut dihadiri Camat Jemaja Timur, Kepala Puskesmas Jemaja Timur, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Bhabinkamtibmas Desa Bukit Padi, Ketua BPD, tokoh masyarakat, serta para Ketua RT dan RW.

‎Kepala Desa Bukit Padi, Lukman Hakim, mengatakan pencegahan stunting harus menjadi tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

‎Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

‎”Persoalan stunting bukan sekadar masalah tinggi badan anak, melainkan ancaman serius terhadap kualitas generasi masa depan,” ujar Lukman.

‎Ia mengungkapkan, hingga saat ini Desa Bukit Padi masih bebas dari kasus stunting.

‎”Alhamdulillah, di Desa Bukit Padi belum terdapat anak yang mengalami stunting. Yang ada hanya beberapa anak yang masuk kategori berisiko atau mendekati stunting, salah satunya dipengaruhi faktor tinggi badan,” katanya.

‎Lukman menjelaskan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta pola asuh yang kurang tepat. Dampaknya tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan, daya tahan tubuh, hingga produktivitas anak di masa depan.

‎Melalui forum rembuk tersebut, pemerintah desa bersama seluruh pemangku kepentingan membahas data kondisi balita di desa serta menyusun langkah-langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

‎Dalam pembahasan, terdapat 10 usulan program pencegahan stunting. Tiga usulan disampaikan Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Jemaja Timur, Novie Amna Reschi sedangkan tujuh usulan lainnya berasal dari peserta musyawarah.

‎Namun, dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran desa, Pemerintah Desa Bukit Padi menetapkan tiga program sebagai prioritas pelaksanaan pada Tahun Anggaran 2027, yakni:

‎Pendampingan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) kepada ibu hamil dan ibu balita oleh kader Posyandu.

‎Bantuan suplemen berupa zat besi dan vitamin D.

‎Program ASI Booster bagi ibu hamil usia kehamilan sembilan bulan hingga bayi usia 0–1 bulan.

‎Sementara tujuh usulan lainnya akan menjadi perhatian pemerintah desa untuk diupayakan pada program berikutnya. Usulan tersebut meliputi penyuluhan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) bagi bayi usia 0–23 bulan dan ibu hamil, operasional serta insentif Posyandu Mentari dan Posyandu Melati, pengadaan obat desa, insentif operasional Kader Pembangunan Manusia (KPM), pengadaan timbangan bayi digital, timbangan berdiri digital, serta pelaksanaan kegiatan Family Gathering.

‎Melalui penetapan program prioritas tersebut, Pemerintah Desa Bukit Padi berharap upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, sehingga status desa yang hingga kini masih bebas dari kasus stunting dapat terus dipertahankan.

‎Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen seluruh pihak dalam mewujudkan generasi Bukit Padi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting

‎Penulis: Alex

Exit mobile version