
TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Yayasan Tunas Karya (YTK) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 secara serentak melalui live streaming.
HUT YTK kali ini mengusung tema ‘Menjadi Komunitas yang Semakin Kreatif dan Inovatif Melalui Pelayanan Pendidikan yang Memerdekakan’.
Perayaan diwarnai dengan kegiatan misa, peresmian TK Regina Pacis II, dan pemberian penghargaan kesetian kerja kepada tenaga pendidikan yang sudah mengabdi 25 tahun.

Kepala SMAS Katolik Santa Maria Tanjungpinang, Thomas mengatakan, YTK selalu berkomitmen untuk mendukung kemerdekaan dalam belajar melalui penerapan Kurikulum Merdeka.
Dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, sekolah dapat memilih opsi Merdeka Belajar, Merdeka Berubah dan Merdeka Berbagi.
“SMA memilih Merdeka Berubah yaitu menggunakan perangkat pembelajaran yang disiapkan kemendikbudristek RI yang dimodifikasi sesuai kebutuhan sekolah,” katanya, Jum’at (9/9/2022).
Kurikulum Merdeka berbeda dengan Kurikulum 2013, salah satunya penekanan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila).
Dengan kurikulum ini, siswa semakin kreatif dan mampu bekerja sama dalam kelompok.
Thomas menuturkan, saat ini, YTK juga tengah menyusun pedoman tentang kekerasan terhadap anak/siswa.
Ia menyebut, pedoman ini akan digunakan sekolah-sekolah untuk pencegahan kekerasan terhadap anak.
“Kita selalu mengimbau para guru untuk memperhatikan kekerasan fisik pada anak termasuk tutur kata, terkadang tanpa kita sadari sudah melakukan kekerasan verbal, dan YTK sedang menyusun pedoman tentang kekerasan terhadap anak,” tuturnya.

Kepala SMPS Katolik Tanjungpinang, Selamat Simarmata menjelaskan, Kurikulum Merdeka mendorong para guru untuk mendesain pembelajaran yang menarik.
Pembelajaran lebih enjoy, bekerja sama dalam kelompok, berbeda jauh dari Kurikulum 2013 yang menonjolkan kecerdasan individu.
“Kurikulum Merdeka mulai kami terapkan yang pada prinsipnya memerdekakan siswa dan guru, mendesain pembelajaran yang menarik, dan tidak membosankan,” jelasnya.
Penulis: Nuel







































