Ilustrasi jamban (Istimewa).

BATAM,SIJORITODAY.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepulauan Riau mencatat sebanyak 28.559 keluarga di Kepri tidak memiliki jamban yang layak.

Jumlah tersebut berdasarkan hasil rekapitulasi keluarga berisiko stunting tingkat desa/kelurahan di 7 Kabupaten/Kota pada tahun 2021.

Kepala BKKBN Kepri, Rohina mengatakan, jamban yang tidak layak khususnya di pulau terpencil merupakan salah satu penyebab stunting atau tubuh kerdil pada anak.

“Di beberapa pulau masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban,” katanya.

Pemerintah pun perlu memandang penyediaan jamban yang layak dan gratis sebagai upaya penanganan stunting ke depannya.

Selain jamban, sebanyak 12.290 warga Kepri juga tidak memiliki akses ke air minum yang sehat.

Kondisi stunting dapat terjadi, salah satunya, karena air yang dikonsumsi mengandung mikroorganisme patogen dan bahan kimia lainnya yang mengakibatkan anak mengalami diare yang memicu Environmental Enteric Dysfunction atau EED.

Air minum yang tercemar membuat sistem pencernaan tidak maksimal dalam menyerap nutrisi.

Diare berkepanjangan dapat berujung pada kekurangan zat tertentu yang bermanfaat untuk tubuh.

“Bisa bersumber dari sumur bisa juga dari PDAM yang tidak sesuai standar kesehatan,” tutur Rohina.

Kondisi ini juga diperparah oleh faktor ekonomi. Masih ada orang tua yang belum mampu memberikan makanan yang bernutrisi kepada anak.

Ada juga faktor nikah muda dan minimnya pengetahuan orang tua cara merawat anak di 1.000 hari kehidupan.

“Ada juga karena ekonominya lemah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Rohina menerangkan, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, pemerintah perlu campur tangan memberikan makanan tambahan untuk anak dari keluarga kurang mampu dan kapsul penambah darah untuk ibu hamil.

Pemerintah juga perlu melakukan sosialisasi yang masif untuk mencegah terjadinya pernikahan usia dini.

“Ini adalah salah satu program pemerintah terkait penanganan penurunan stunting untuk menjalankan aksi konvergensi, memulai dari hulu,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here