Puluhan masa dari Aliansi Masyarakat Peduli Batam (Ampli) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Batam, Jum'at (17/03). Foto : putra

BATAM, SIJORITODAY.com — Aliansi Masyarakat Peduli Listrik (Ampli) Batam kembali melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan listrik sebesar 45,4% di Kantor Walikota Batam, Jum’at (17/03) siang.

Aksi yang diikuti puluhan ormas dan mahasiswa di Batam menutut Gubernur Kepri, Nurdin Basirun tidak mengambil keputusan dalam menandatangani kenaikan tarif listrik di Kota Batam.

“Kami minta pak Nurdin lebih bijak dalam mengambil kebijakan dalam kenaikan tarif listrik di Batam,” kata Said Abdullah selaku Koordinator pada aksi tersebut.

Said menjelaskan, dalam kenaikan listrik di Batam, Gubernur dan DPRD Provinsi Kepri harus lebih memperhatikan amanah PP nomor 14 Tahun 2012, Pasal 41 ayat 2 yang berbunyi bahwa kenaikan listrik harus memperhatikan kepentingan dan kemampuan masyarakat.

“Keputusan DPRD dan Gubernur Kepri sangat tak mendasar, listrik naik sebesar itu sangat menyakiti rakyat. Tak semua rakyat mampu membayarnya,” ujarnya.

Jika Gubernur tetap menandatangani keputusan kenaikan tarif listrik di Batam tanpa mengindahkan amanah PP Nomor 14 tahun 2012 maka Aliansi Masyarakat Peduli Listrik (Ampli) akan menempuh jalur hukum.

Hasil mediasi yang berlangsung anatar Pemerintah Kota Batam dengan para pengnjuk rasa tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Akhirnya puluhan pengunjuk rasa berpindah aksi ke gedung Graha Kepri dan kemudian membubarkan diri pukul 16.30 WIB dengan tertib.

Penulis : Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here