TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – –¬†Polemik¬†mekanisme pemilihan Wakil Gubernur Kepri terus bergulir. Tidak ingin dituduh memperlambat dan disalahkan, ketua DPRD Jumaga Nadeak melempar mekanisme pemilihan ini kepada para pimpinan DPRD dan Ketua Fraksi.

Anggota fraksi Demokrat Hotman Hutapea lantas mengusulkan agar DPRD berkonsultasi kepihak Kemendagri.

“Jadi dua pilihan. Pimpinan yang berkonsultasi ke Kemendagri, atau Pimpinan membentuk pansus untuk berkonsultasi ke Kemendagri,” kata Hotman diruang rapat ketua DPRD Kepri, Kamis (27/4).

Perkembangan selanjutnya, seluruh fraksi justru mengembalikan mekanisme pemilihan ini kepada pimpinan.

“Kami meminta agar mekanisme ini dikonsultasikan di tataran pimpinan saja,” kata Ketua fraksi PKS, Abdulrahman, LC.

Demikian juga fraksi PDIP. Anggota fraksi Sahat Sianturi mengatakan bahwa kekosongan posisi Wakil Gubernur ini mengganggu jalannya pemerintahan. Maka dari itu, fraksi PDIP mendorong agar pimpinan DPRD segera membahas mekanisme ini dengan Kemendagri.

“Ada dua pendapat disini. Untuk mendudukkannya, pimpinan bisa segera mengkonsultasikan ke Kemendagri,” pinta Sahat.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Husnizar Hood mempertanyakan apakah berkas yang diserahkan ke Gubernur, adalah berkas yang sama yang diterima DPRD Kepri.

“Kebetulan, Saya yang mengantarkan berkasnya ke Gubernur. Apakah berkas yang ketua terima sama dengan yang saya antar,” kata Husnizar.

Mengenai hal ini, Ketua DPRD Jumaga Nadeak mengatakan bahwa berkas yang diterimanya masih kurang.

“Surat dukungan partai dan pengunduran diri yang belum ada,” kata Jumaga.

Atas dasar itulah, Ia berjanji untuk membuka seluruh proses dan tahapan pemilihan ini agar dapat dikawal bersama-sama.

Sebelumnya, bakal Calon Wakil Gubernur Kepri Isdianto mengatakan dirinya akan mengajukan pengunduran dirinya sebagai Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah apabila telah menjadi Calon Wakil Gubernur tetap.

“Pernyataan sikap saya sudah nyatakan saya akan mundur dari jabatan saya, namun untuk mundur dari jabatan secara Sah itu, tunggu saya ditetapkan sebagai Cawagub, ini kan masih proses, jika sudah ada Inkar baru saya mundur, karena sudah melangkah untuk Cawagub, Saya tidak akan mundur, saya akan maju terus,” ucap Isdianto.

Isdianto mengungkapkan bahwa yang menentukan perlengkapan berkas tersebut adalah Panitia Seleksi (Pansel) dan Panitia Pemilihan (Panlih). Sementara, kata Isdianto, panlih untuk Cawagubnya sendiri hingga sekarang belum ada.

“Bagaimana mungkin bisa dibilang belum lengkap berkasnya, Panlih belum ada,” katanya.

Namun, jika berkas tersebut dinyatakan belum lengkap oleh DPRD Provinsi Kepri, Isdianto akan melihat terlebih dahulu dan segera melengkapi berkas-berkas yang dimaksud belum lengkap.

“Ya kita liad dulu apa-apa saja yang belum lengkap, kita akan lengkapkan nanti,” tungkasnya.

Penulis: Akok/Pt

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here