TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Peresmian proyek pembangunan jalan Gurindam 12 di Kota Tanjungpinang oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Jumat (12/10) mendapat sorotan tajam dari Ketua Gapeknas Kepri, Andi Anhar Chalid.

Andi Anhar Chalid mengaku curiga terhadap proyek yang akan menelan anggaran ratusan Miliar itu. Dia menduga proyek tersebut sarat KKN dan ada dugaan manipulasi data.

“Hal ini saya kuatkan dengan jawaban inspektorat Provinsi Kepri yang mengambang dan seolah-olah melepaskan tanggungjawab ke PPK dan PPTK,” sebutnya.

Andi juga menduga persekongkolan jahat telah terjadi antara pokja dan pemenang tender.

“Yang mencurigakan, pemenang lelang proyek senilai Rp 522 Miliar lebih ini ada dua. Ini aneh, kok bisa satu paket pekerjaan dimenangkan dua perusahaan,” tegasnya lagi.

Andi bersama kawan-kawan kontraktor yang tergabung dalam Gapeknas Kepri bertekad akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

“Semua jalur hukum yang memungkinkan akan kita tempuh. Mulai dari peradilan (menggugat) hingga melaporkan kasus ini secara resmi ke KPK. Kita tidak main-main,” ungkapnya.

Sebenarnya Andi mendukung proyek tersebut, hanya saja dirinya berharap agar dilakukan dengan cara yang jujur dan sesuai aturan.

“Kalau dimulai dengan cara-cara manipulatif dan tak jujur, tentunya akan bermasalah dan yang dirugikan masyarakat Kepri,” ucapnya.

Namun diberitakan sebelumnya, Kepala Biro Administrasi Pelayanan Pengadaan Pemprov Kepri, Misbardi mengungkapkan, proses pelelangan hasil berita acara sudah diserahkan ke PU. Berdasarkan laporan dari Pokja ke Biro, proses ini sudah berjalan dengan peraturan yang ada.

“Jika ada pihak yang tidak puas, silahkan ke Inspektorat, karena sampai ke sanggahan pun sudah kami jawab. Secara teknis saya juga tidak bisa jelaskan, karena proses dilakukan oleh Pokja,” katanya.

Diketahui, Pokja yang dipilih dalam proyek Gurindam 12 ini juga sama dengan Pokja pada proyek pembangunan Jembatan I Dompak. Misbardi mengaku pemilihan Pokja yang sama dengan jembatan I Dompak karena pertimbangan memiliki pengalaman di proyek fisik.

“Pokja sengaja kita pilih itu karena pertimbangan memiliki pengalaman di bidang fisik. Basic dan pengetahuan juga kita lihat bisa dalam melakukan lelang dibidang fisik,” ucap Misbardi.

Hingga berita ini diturunkan, Pokja dalam proyek Gurindam 12 ini beserta Kepala Inspektorat Provinsi Kepri belum berhasil dikonfirmasi dan diklarifikasi.

(Akok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here