TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — — Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Tanjungpinang membuka posko pengaduan lonjakan tagihan listrik.

Koordinator Satgas Gabungan BPSK dan PPNS Jufri Helmi, ST dibukanya posko ini untuk mengumpulkan data-data bagaimana sistem angka KWH meter tidak sesuai.

“Posko kita dimana data-data kita kumpul itu bagaimana sistem-sistem angka itu bisa terjadi,” ujarnya.

Pelaporan ini dari masyarakat akan di pelajari untuk menemukan angka-angka yang tidak sesuai.

“Kelanjutannya yang jelas datanya akan kita olah dulu, kita telaah, kita pelajari sehingga kita akan mempelajari sistem bagaimana angka ini bisa terjadi,” katanya.

Nantinya, setelah data tersebut diolah dan telah mendapatkan permasalahan angka tersebut, akan di serahkan ke Gubernur, kemudian ke Dewan Kepri.

“Sesuai dengan rekomendasi dewan, kita akan serahkan ke pak Gubernur terlebih dahulu, baru kita serahkan ke Dewan maunya diapakan ketika rekomendasi ini ada temuan-temuan,” tutupnya.

Hingga hari kedua posko dibuka, kata Jufri baru 8 (delapan) orang sudah membuat pengaduan diposko tersebut.

Perlu diketahui, masyarakat bisa melakukan pelaporan hingga tanggal 18 Juni dengan melampirkan fotocopy KTP, bukti pembayaran 3 bulan terakhir, dan fotocopy KWH meter (Angka Terakhir), posko tersebut berada di Sekretariat Kantor BPSK yang berada di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Jalan Pramuka, Kota Tanjungpinang.

Penulis: Ilham
Editor: Taufik. K

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here