KARIMUN, SIJORITODAY.COM – Calon Bupati Karimun Ing Iskandarsyah mengajak masyarakat Kabupaten Karimun untuk bijak dalam menggunakan Medsos menanggapi Pilkada serentak 2020 mendatang.

Hal tersebut dikatakan Iskandarsyah yang menanggapi terkait pemberitaan dirinya dibeberapa media online yang sempat bersitegang dengan seorang pengacara Edwar Kelvin Rambe di Karimun.

“Marilah kita bijak dalam ber medsos, setidaknya kita pelajari dan menyaring terlebih dulu sebelum memposting sesuatu di akun media sosial agar tidak merugikan pihak lain,” kata Calon Bupati Karimun itu, Rabu (7/10/2020).

Iskandarsyah menilai postingan Kelvin Rambe di akun Facebook miliknya sangat merugikan dirinya. Postingan tersebut menyebutkan Iskandarsyah sebagai saksi memberatkan Eks Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Waktu itu, Iskandarsyah sebagai saksi dan pimpinan pansus RZWP3K membahas peraturan daerah mengenai tata ruang laut. Iskandarsyah juga sering memberikan masukan mengenai tata ruang laut kepada mantan Gubernur Kepri itu.

“Saya sebagai saksi sesuai dengan fakta dipersidangan terkait tata ruang laut. Soal berat atau ringan sebuah putusan hukuman itu wewenang hakim. Jadi, janganlah membuat atau menggiring opini seolah-olah saya saksi yang memberatkan pak Nurdin,” katanya.

Diketahui, pada waktu itu pasangan calon Bupati Karimun dan Wakil Bupati Ing Iskandarsyah-Anwar Abu bakar melakukan pertemuan di Rumah Makan Sederhana. Kebetulan Edwar Kelvin Rambe juga ada ditempat yang sama, kemudian Iskandarsyah langsung menghampirinya dengan mempertanyakan postingannya tersebut.

“Pas kebetulan saya dan pak Anwar Abu Bakar ada pertemuan di rumah makan itu, saya datangi pak Kelvin, kebetulan beliau juga ada di sana lagi ada meeting dengan temannya, saya samperin dan saya pertanyakan baik-baik apa maksud dari postingannya itu,” ujar Iskandarsyah.

Edwar Kelvin Rambe akhir-akhir ini dikenal memang selalu mengkritik kinerja pemerintah melalui cuitannya di medsos. Dalam cuitannya Ia mempertanyakan tentang apa yang dilakukan Iskandar selaku Komisi II DPRD Provinsi terhadap IUPR Pasir Laut.

“Melalui postingan akun Facebook, saya mempertanyakan apa yang dilakukan Iskandarsyah selaku Komisi II pada waktu itu, padahal Perda RZWP3K belum disahkan kenapa bisa Iskandarsyah menegur mantan Gubernur Kepri dalam menerbitkan izin reklamasi, kan sama-sama laut diatur dengan perda yang sama. Kemudian waktu itu, saya sedang berdiskusi seputaran hukum dengan rekan saya, namun secara tiba- tiba Ing Iskandarsyah datang dan menunjuk nunjuk sambil mengatakan “Anda jangan giring opini, anda tau apa di persidangan, tau apa masalah IUPR,” kata Kelvin melalui via pesan singkat WhatsApp. (Sunar)

Editor: Riandi

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here