TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang membatalkan kebijakan yang sebelumnya memperbolehkan 10 Sekolah Dasar dan 3 Sekolah Menengah Pertama untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Pembatalan itu dilakukan akibat adanya peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Tanjungpinang.
“Jadi karena adanya peningkatan jumlah positif Covid-19, kami sudah kembalikan ke rumah,” kata Rahma Walikota Tanjungpinang, Selasa (27/10).

Rahma membeberkan, 13 sekolah itu akan kembali belajar daring secara bertahap.
“Namun belum semua, yang udah daring Seperti Tanjung Sebaut, Senggarang, Kampung Bugis,” bebernya.

Pemko Tanjungpinang juga telah mengeluarkan regulasi yang membatalkan pembelajaran tatap muka itu.

Sebelumnya pada Senin (12/10) yang lalu, Pemko Tanjungpinang memperbolehkan 13 sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Digelarnya pembelajaran tatap muka itu sesuai dengan SKB 4 Menteri yang memperbolehkan Pemda membuka sekolah apabila berada di zona hijau atau zona kuning.

Sesuai dengan data statistik Covid-19 yang dirilis Satgas Covid-19 Kepri per 26 Oktober 2020, kini terdapat 130 pasien positif di Kota Tanjungpinang.

Tingginya jumlah pasien positif Covid-19 itu menempatkan Kota Tanjungpinang menjadi daerah dengan zona oranye dengan resiko terpapar Covid-19 kategori sedang sehingga tidak diperkenankan menggelar belajar tatap muka. (Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here