
BATAM,SIJORITODAY.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kepulauan Riau menggelar pelatihan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan kawasan strategis pariwisata.
Pelatihan itu di gelar di hotel Sahid Batam dan di hadiri 54 pengelola pariwisata se-Kota Batam, serta menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidang pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan dan pengembangan produk wisata.
“Pelatihan ini di ikuti oleh pengelola kawasan wisata. Kita latih mereka untuk menjadi unggul dari marketingnya, administrasinya jadi mereka punya potensi untuk menjual kawasan mereka,” katanya.
Menurutnya, Pariwisata di daerah menjadi program unggulan yang akan di jadikan sebagai leading sector dan di harapkan dapat menjadi pendongkrak perekonomian.
“Di Batam ini kan banyak dari pantai, hutan konservasi yang di kelola dan mudah-mudahan berkembang dan di kembangkan jadi destinasi,” ujarnya.
Lanjut, ia mengatakan setelah mendapatkan pelatihan para peserta di minta untuk mengikuti program Kemenparekaf yakni anugrah desa wisata.
“Ada anugrah desa wisata kita punya 54 desa wisata yang sudah maju itu saya arahkan ikut semua agar maju untuk mengelola kawasan mereka lebih profesional,” ujarnya.
Ia berharap, para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan dapat di aplikasikan di masing-masing tempat wisatanya.
“Di Kepri ada 275 desa wisata yang di kelola ya di harapkan para peserta dapat mengaplikasikan dengan baik,” katanya.
Sementara Kabid pengembangan destinasi Butet mengatakan, peserta tidak hanya mendengarkan arahan dari pemateri, peserta juga mempraktikkan ilmu yang di dapat dengan mengidentifikasi secara langsung daya tarik yang di miliki desa masing-masing untuk kemudian di buat itinerary yang dapat di rekomendasikan sebagai pola perjalanan wisata di Kepri.
“Ajang kita bertukar pikiran mana-mana kendala jadi bisa kita atasi, selain itu bisa membagikan ilmunya juga nanti kepada desa wisata yang lain,” tambahnya.
Editor: Nuel





































