kanan, Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau usai dikukuhkan sebagai Wakil Direktur I Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Kepri di Suria Hotel Nirwana Resort, Bintan, Kamis (8/6/2023). F:Sijoritoday.com/DPRDKepri

BATAM,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau meminta Balai Karantina Kelas I Kota Batam dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam memastikan kelengkapan dokumen 500 sapi asal NTT yang akan masuk ke Batam.

Itu ia sampaikan setelah peternak dan pedagang sapi di Batam menolak kedatangan ratusan sapi itu karena diduga tidak disertai dengan dokumen yang lengkap.

Wahyu menerangkan, jika memang tidak memiliki dokumen yang lengkap, maka ratusan sapi yang didatangkan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Batam itu harus dilakukan karantina di luar Batam.

Masuknya sapi yang belum terjamin kesehatannya ini bisa menyebabkan lonjakan kasus PMK di Batam.

“Jika memang sapi-sapi tersebut tidak memiliki dokumen, pihak karantina harus tegas tidak membolehkan sapi itu masuk,” katanya, Jum’at (9/6/2023).

Politisi PKS itu menuturkan, Balai Karantina dan DKPP Batam harus tegas, apalagi dua pekan lalu, kedua instansi ini telah menindak sapi asal Riau di Jembatan 6 Barelang Batam.

Saat itu, Balai Karantina dan DKPP Batam mengembalikan sapi tersebut ke daerah asalnya.

“Seperti 2 minggu lalu, ada sapi tiba dari Riau di jembatan 6 ditindak dan dikembalikan ke daerah asal,” ujarnya.

Sebelumnya pada Kamis (8/6/2023), Asosisasi Pedagang Hewan Ternak Batam (APHTB) dan HKTI Batam mengikuti mediasi di Kantor DKPP Batam.

Dalam rapat tersebut, kemudian didapatkan solusi agar ratusan hewan ternak ini, akan melalui karantina dan pengambilan uji sampel oleh pihak Karantina.

Mendapat solusi ini, pihak asosiasi kemudian mengajukan agar seluruh proses karantina dapat dilakukan di luar Kota Batam. Sementara pihak HKTI meminta agar seluruh proses dapat dilakukan di Batam, guna menghindari peningkatan biaya.

Ditargetkan ratusan hewan sapi untuk Idul Adha ini, akan tiba di Batam pada Sabtu mendatang.

“Terkait polemik antara asosiasi dan HKTI, dinas tidak bisa mengambil sikap. Kalau seperti ini, kami terkesan merasa dibodoh-bodohi oleh dinas,” kata Tomo selaku Koordinator Lapangan APHTB, Kamis (8/6/2023).

Sesuai dengan usulan asosiasi, pihaknya bahkan menyebut siap menempuh jalur hukum apabila pihak Pemerintah Daerah terkesan ‘tutup mata’ terkait aturan dalam mencegah penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Sampai saat ini mereka terkesan bungkam. Kalau tetap masuk ke Batam, kami akan tempuh jalur hukum. Silahkan di karantina di luar Batam. Bisa di Barelang atau kawasan pulau sekitar Batam,” tegasnya.

Tindakan tegas yang ditunjukkan asosiasi, dijelaskan sesuai dengan Undang-Undang Karantina Hewan, dan aturan yang berlaku mengenai pencegahan wabah PMK.

Walau demikian, ia juga menuturkan bahwa ratusan hewan ternak ini, tidak mempengaruhi stok kebutuhan sapi dan kambing untuk Idul Adha mendatang.

“Dengan kekurangan dokumen ini, apabila 500 sapi ini ada yang terpapar. Siapa yang akan bertanggungjawab, nanti yang disalahkan pedagang lagi,” sesalnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Batam, Jefridin Hamid mengaku akan segera menindaklanjuti mengenai polemik kedatangan ratusan hewan ternak sapi dari NTT ini.

“Nanti kami agendakan khusus untuk bahas soal sapi non prosedural ini. Karena harus dipanggil dulu dinas terkait untuk menjelaskan kondisi saat ini. Setahu saya sapi yang masuk harus ada izin karantina, kesehatan, dan pemerintah asal, dan tujuan,” bebernya.

Ia menambahkan keamanan, dan keselamatan warga yang akan mengkonsumsi daging kurban sangat penting. Hal itu dimulai dari proses di daerah asal. Misalnya pemeriksaan kesehatan, layak atau tidak sapi ini untuk dikirim ke Batam.

Setelah tiba di Batam, sapi atau kambing juga akan dilakukan pengecekan kesehatan ulang, termasuk juga dari Balai Karantina.

“Saya belum dapat lagi informasi detailnya. Makin begitu, Kalau ada yang ilegal tentu harus ditindak. Karena ini menyangkut keselamatan warga Batam yang akan mengkonsumsi daging tersebut,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here