PEKANBARU,SIJORITODAY.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Satgas Saber (Satuan Tugas Sapu Bersih) Pangan bergerak cepat menanggapi kenaikan harga pangan yang terjadi di Kota Pekanbaru di Bulan Ramadan 1447 H/2026 M.
Setelah berhasil mengendalikan harga minyak goreng Minyakita pada Pekan lalu, Satgas Saber juga segera menindak dan mengatur harga gula pasir di swalayan agar tetap sesuai dengan kebijakan pemerintah baik terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Sebagaimana diketahui, sebelumnya, harga gula pasir di Pekanbaru sempat cukup tinggi, berkisar Rp18.500 hingga Rp21.000 per kilogram.
”Tapi, pada Senin (24/2/2026) kemarin, kita memantau di salah satu swalayan retail terbesar di Pekanbaru, Swalayan Budiman, harga gula pasir sudah sesuai HET, yakni Rp17.500,” ungkap Kadis Ketahanan Pangan Pekanbaru Dedy Sambudi melalui Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, penurunan harga gula pasir ini setelah Satgas melakukan pengecekan pada siang hari itu.
Guna memastikan bahwa itu tidak bersifat sementara, Dinal Husna mengungkapkan pihaknya melakukan pengecekan ke dua distributor pemasok, dan hasilnya terkonfirmasi, juga mengalami penurunan yakni berkisar Rp17.100 per kilogram.
Pemantaauan hingga ke distributor ini juga, dikatakan Dinal dalam upaya memastikan di rantai pasok mana harga gula menjadi tinggi.
”Dari pemantauan di distributor, harga yang sampai ke mereka Rp17.000 hingga Rp17.100 dan dari sana terungkap kalau harga yang tinggi berasal dari produsen,” jelaa Dinal.
Berkaitan dengan itu, Dinal mengungkapkan, dari koordinasi bersama tim Satreskrimsus Polresta Pekanbaru, sebagai Koodinator Tim Saber Harga Pangan pihaknya akan menyurati produsen dan retail untuk memastikan kepatuhan terhadap HET dan HAP.
Selain itu, Dinal mengungkapkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan turun ke seluruh usaha retail dan pasar untuk memastikan harga gula sampai ke konsumen di Rp17.500.
”Ingat ya, Rp17.500 itu harga sampai ke konsumen, bukan dari distributor. Kalau distributor itu harganya harus di bawah Rp17.500 perkilogram,” tegasnya.
Pihaknya juga menjelaskan, sesuai dengan Surat Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas, para pelaku usaha pangan, mulai dari tingkat produsen, distributor dan retail juga pedagang di pasar diminta untuk mematuhi ketentuan yang ada soal harga.
”Bila tidak dipatuhi, sesuai dengan arahan Satgas Saber Harga Pangan yang dikomandoi Satreskrimsus Polresta Pekanbaru akan diberlakukan sanksi, mulai dari yang bersifat administratif berupa peringatan hingga pencabutan izin dan penghentian pasokan,” jelasnya.
Dia juga menjelaskan, turunnya harga gula dan beberapa komoditas pangan lainnya di Pekanbaru ini bisa menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya dalam menjalankan ibadah ramadhan dan menjelang hari besar keagamaan Idulfitri yang akan datang.
”Kami akan turun ke seluruh retail untuk memantau. Dan kami harapkan kembali kepatuhan bersama untuk penegakan harga sesuai HAP dan HET,” pungkas dia.
Minyakita Juga Turun
Sebagaimana diketahui, Satgas Saber Harga Pangan sebelumnya juga sudah menyisir harga jual minyak goreng medium, Minyakita dan juga beras. Saat ini harganya di pasar juga mulai menunjukkan penurunan sangat signifikan.
Untuk minyakita sendiri, sebelumnya sempat dijual di atas HET, pada kisaran Rp16.500 hingga Rp18.000, namun saat ini, khususnya untuk minyakita yang didistribusikan oleh Bulog, harganya sudah di bawah Rp15.700.
”Tugas kami saat ini memastikan Minyakita yang dipasarkan oleh distributor selain Bulog, dan untuk itu kita akan turun ke seluruh retail yang ada untuk memastikan kepatuhan atas HET dan HAP ini,” jelas Dinal.
Di luar Perum Bulog sendiri, diketahui, pemerintah mengalokasikan distribusi Minyakita sebanyak 65 persen dari total produksi nasional.
Penulis: Superleni
Editor: Nuel










































