KARIMUN,SIJORITODAY.com – Kegiatan pembabatan lereng kaki bukit pegunungan di Karimun menjadi sorotan serius aktivis lingkungan Kepri Hijau Cemerlang.
Jantro Butar Butar, pegiat lingkungan Kepri Hijau Cemerlang sangat menyayangkan aktifitas kegiatan pengupasan alias penggundulan lereng gunung jantan gunung betina di Teluk Lekup, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing.
Dikatakan Jantro, destinasi wisata Desa Pongkar salah satu desa andalan tempat wisata di Kabupaten Karimun.
Dengan keindahan alamnya yang hijau di pegunungan yang membentang, udara segar, air terjun dan juga pantai nan indah.
Lokasi rekreasi inilah magnet sejati bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Lalu, bagaimana jika bagian dari lereng pegunungan itu tak lagi kita dapati hijau daun pepohonan dan udara yang segar, akibat dampak adanya aktifitas pembabatan pepohonan dan pengupasan kaki bukit lereng gunung tersebut untuk keperluan penambangan.
“Diperkirakan seluas 38 hektar lebih lereng gunung jantan gunung betina itu telah gundul akibat dibabat dan dikupas untuk keperluan tambang granit,” ungkap Jantro, Senin (20/4/2026).
Terlepas kegiatan itu mengantongi izin atau tidak yang jelas sangat disayangkan.
“Bukan kita tidak mendukung investasi masuk wilayah Karimun. Kegiatan pengupasan lahan di lereng gunung itu juga sangat berdampak pada destinasi wisata alam desa Pongkar, itukan sangat disayangkan,” ungkap Jantro.
Belum lagi adanya dampak dari aktifitas kegiatan itu, bisa terjadi erosi tak ada lagi pepohonan penahan air, jika hujan tanah longsor, jika kemarau debu-debu berterbangan warga sekitar juga yang terdampak.
“Destinasi alam wisata Desa Pongkar kalau mau ditata dan dikelola dengan sungguh sungguh, itu juga biasa mendatangkan income yang sangat luar biasa bagi pemerintah Desa maupun Pemkab Karimun,” imbuhnya.
Penulis: Sunar
Editor: Nuel








































