Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin saat meninjau kegiatan budidaya ikan di Kota Batam. F:Sijoritoday.com/Sunar

LINGGA,SIJORITODAY.com – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mendorong pembentukan Ranperda tentang Perlindungan Nelayan.

Wahyu mengatakan, Ranperda ini merupakan wujud keberpihakan pemerintah terhadap nelayan yang selama ini tersisihkan dari sisi ekonomi dan pembangunan.

Menurutnya, wilayah Kepri yang didominasi laut seharusnya melahirkan kebijakan afirmatif yang mampu memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat pesisir, terutama nelayan tradisional yang selama ini dinilai berada pada posisi paling rentan dalam rantai ekonomi kelautan.

“Kepri adalah provinsi maritim. Laut bukan hanya ruang geografis, tetapi ruang hidup masyarakat. Karena itu negara, dalam hal ini pemerintah daerah, wajib hadir melalui regulasi yang melindungi dan memberdayakan nelayan,” ujar Wahyu.

Ia menilai, hingga kini banyak nelayan di Kepri masih menghadapi persoalan klasik yang belum terselesaikan secara sistematis.

Tingginya biaya operasional melaut, fluktuasi harga hasil tangkapan, keterbatasan akses permodalan, minimnya fasilitas penyimpanan hasil laut, persoalan distribusi antarpulau, hingga lemahnya perlindungan terhadap wilayah tangkap tradisional menjadi problem yang terus berulang dari tahun ke tahun.

Dalam pandangannya, Ranperda Perlindungan Nelayan bukan sekadar produk hukum administratif, melainkan instrumen strategis untuk membangun kedaulatan ekonomi pesisir. Regulasi tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai kebijakan sektor kelautan, mulai dari perlindungan sosial nelayan, subsidi sarana produksi, bantuan alat tangkap ramah lingkungan, jaminan asuransi, penguatan koperasi nelayan, hingga pembangunan infrastruktur perikanan yang memadai.

Wahyu juga menekankan pentingnya pembangunan pelabuhan perikanan terpadu, cold storage, tempat pelelangan ikan modern, dan sistem logistik laut yang efisien agar hasil tangkapan nelayan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan tidak lagi bergantung pada tengkulak.

“Potensi laut Kepri sangat besar, tetapi belum seluruhnya mampu diterjemahkan menjadi kesejahteraan masyarakat pesisir. Kita tidak ingin daerah kaya laut tetapi nelayannya tetap hidup dalam ketidakpastian,” imbuhnya.

Penulis: Asril
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here