Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad dalam wawancara doorstop bersama wartawan di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (3/8/2026). F:Sijoritoday.com/istimewa

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad mendorong seluruh Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Lingga segera terealisasi.

“Kita mendorong realisasi PSN yang kemarin sudah dicanangkan,” katanya di Tanjungpinang.

Ansar menjelaskan, ada sebagian PSN yang mengalami permasalahan status lahan.

Pemprov Kepri pun menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi penyelesaian hambatan PSN itu.

“Masih ada masalah status lahan dan permasalahan yang belum duduk, kita akan memfasilitasi,” ujarnya.

Ansar menambahkan, ia meminta Bupati Lingga, M Nizar untuk mempercepat investasi sagu.

Ia mengungkapkan, pemerintah pusat meminta agar kawasan investasi sagu yang semula 3.000 hektar ditambah menjadi 5.000 hektar.

“Kemarin saya mendampingi pak Bupati menemui Menteri Perindustrian untuk PSN sagu. Sagu kan diinventarisasi ada 3.000 hektar, pak Menteri minta kalau ada tambahan 2.000 hektar lagi supaya skalanya besar,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Lingga, Widi Satoto saat mengikuti ekspos peta potensi investasi di Kantor DPM-PTSP Kepri, Rabu (15/7/2026). F:Sijoritoday.com/istimewa

Diketahui, investasi di Lingga melampaui target. Dalam kurun waktu enam bulan sepanjang tahun 2026, realisasi investasi di Bunda Tanah Melayu telah mencapai sekitar Rp57,8 miliar, atau 116 persen dari target yang ditetapkan Pemprov Kepri.

Kabar ini Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lingga, Widi Satoto usai mengikuti ekspos laporan akhir peta potensi investasi yang diselenggarakan DPM-PTSP Kepri.

Menurut Widi, realisasi investasi yang telah melampaui target menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Kabupaten Lingga.

Nilai investasi tersebut berasal dari gabungan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

“Walaupun secara nominal masih tergolong kecil dibandingkan daerah lain, namun secara persentase capaian ini sudah melampaui target yang ditetapkan. Ini menunjukkan Lingga memiliki daya tarik tersendiri bagi para investor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan perizinan yang cepat, transparan, dan sesuai regulasi.

Kepastian hukum dan kemudahan berusaha, kata dia, menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat investasi.

Selain itu, sinergi antarperangkat daerah serta koordinasi dengan pemerintah provinsi juga terus diperkuat guna menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif.

Widi menilai, meningkatnya realisasi investasi mulai memberikan dampak terhadap perekonomian daerah, baik secara makro maupun mikro.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi juga membuka peluang kerja dan menggerakkan sektor usaha masyarakat.

“Dari sisi makro, capaian ini tentu sangat positif. Sementara secara mikro, investasi memberikan efek berganda melalui penciptaan lapangan kerja dan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor,” jelasnya.

Saat ini, investasi di Kabupaten Lingga masih didominasi sektor perkebunan dan pertambangan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Lingga terus mempromosikan berbagai potensi unggulan lainnya, seperti sektor perikanan, pariwisata, industri pengolahan, hingga pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

“Iklim investasi yang aman dan kondusif merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan masyarakat sangat penting agar investor merasa nyaman berinvestasi di Lingga,” tambah Widi.

Penulis: Asril
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here