
BINTAN,SIJORITODAY.com – – Yuli Agustina (53) dan ibunya Asmaniar (72) sempat mengalami gejala mirip Covid-19 yakni demam tinggi sebelum ditemukan membusuk disebuah rumah dekat Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang, Rabu (21/7) kemarin.
Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan saksi Haris yang merupakan anak angkat dari korban Yuli Agustina.
Kapolsek Gunung Kijang Iptu Melki Sihombing menjelaskan, kedua korban yang merupakan warga Tanjungpinang itu memang menginap beberapa hari dirumah yang berada disebelah rumah saksi Haris
Tetapi, belum lama tinggal disitu keduanya mengalami demam tinggi. Melki menambahkan, Haris yang khawatir dengan gejala mirip Covid-19 kemudian keduanya dipindahkan ke rumah sebelah yang memang kosong.
“Kemudian saksi Haris ini sempat demam dan drop kesehatannya waktu itu. Sehingga tidak bisa melihat-lihat keadaan ibu angkatnya itu. Tahu-tahu ditemukan meninggal pada hari itu (Rabu-red),” ungkap Melki.
Untuk memastikan penyebab kematian kedua korban, polisi melakukan visum namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Selain itu, hasil olah TKP tidak ditemukan benda mencurigakan dan barang milik korban seperti uang, handphone serta sepeda motor korban tidak ada yang hilang.
“Keterangan tim medis dari puskesmas, tidak bisa dilakukan swab antigen terhadap kedua korban karena kondisinya sudah membusuk. Tapi, hasil antigen dari keluarga Haris ada 7 orang yang dites, hasilnya negatif,” ungkapnya. (Btn)
Editor : Redaksi






































