JAKARTA, SIJORITODAY.com – Kejaksaan Agung Republik Indonesia memperingati hari Bhakti Adhyaksa ke 61 tahun 2021 dan diikuti secara virtual oleh Jaksa Agung Burhanuddin, Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi, para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan, Staff Ahli, Pejabat Eselon II, III, IV, beserta para Kajati, Kejari, Kacabjari di seluruh Indonesia.
Dalam amanatnya, Burhanuddin memaparkan capaian-capaian Kejagung selama semester I periode Januari – Juni tahun 2021.
Selama periode ini, Kejaksaan berhasil mengawal realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 300 milliar.
Kejaksaan juga berhasil memfasilitasi investasi dengan nilai mencapai Rp 23,7 trilliun dan mengamankan pembangunan 44 proyek strategis dengan nilai Rp 142,9 triliun.
Untuk capaian penangkapan buronan, Kejaksaan berhasil menangkap 96 buronan termasuk memulangkan Adelin Lis buronan kelas kakap ke Indonesia.
Selama semester I, Kejaksaan menangani perkara pidana umum pada tahap penuntut sebanyak 56.987 perkara dan tahap eksekusi 43.962 perkara. Sementara untuk sidang online, Kejaksaan telah melakukan persidangan sebanyak 339.090 dengan penghentian penuntutan sebanyak 46 perkara.
Sementara itu, pada pidana khusus, Kejaksaan telah menangani 860 perkara tahap penyelidikan, 847 perkara tahap penyidikan, 645 perkara tahap penuntutan, 605 orang tahap eksekusi. Kejaksaan juga telah melakukan penyitaan aset senilai Rp 14 triliun.
Dalam Perdata dan Tata Usaha Negara, Kejaksaan memberikan pendampingan hukum dalam program pemulihan ekonomi nasional dengan nilai pendampingan Rp 21,9 triliun.
Pada bidang pengawasan, Kejaksaan telah melakukan inspeksi umum pada 62 kegiatan dan inspeksi khusus pada 10 kegiatan. 101 jaksa sudah dijatuhi hukuman disiplin dan 6 jaksa diberhentikan sementara sebagai ASN.
Kejaksaan Agung juga telah melaksanakan diklat teknis fungsional, manajemen dan kepemimpinan dengan peserta mencapai 5.040 orang.
Burhanuddin menyampaikan, capaian kejaksaan ini meningkatkan tren kepuasan dan kepercayaan masyarakat terdapat kejaksaan yang ditunjukkan berbagai lembaga survei. Di tahun 2019 tren kepuasan dan kepercayaan masyarakat sebesar 52,9 persen, kini naik pesat mencapai 82,2 persen.
“Capaian ini tidaklah lantas membuat kita berpuas diri dan lengah, melainkan akan menjadi motivasi bagi kita untuk terus memberikan karya yang terbaik untuk bangsa. Kita harus tetap fokus, semangat, dan ikhlas dalam bekerja,” katanya, Kamis (22/7/2021).
Ia meminta agar para Jaksa menjadikan capaian-capaian ini menjadi penyemangat untuk bekerja dan menegakkan hukum.
“Teruslah berkarya karena itu yang akan membedakan kapabilitas dan kualitas kinerja saudara dengan yang lain. Selalu niatkan dalam diri saudara, bekerja adalah sebagai nilai ibadah dan jadikan jabatan sebagai ladang kita dalam menabur kebaikan,” pintanya.
Terakhir, Burhanuddin menyampaikan perintah kepada seluruh Jaksa di Indonesia. Ia meminta agar Jaksa mendukung kebijakan pemerintah menanggulangi Covid-19 dan pemulihan ekonomi, menggunakan hari nurani dalam bekerja, inovatif dan berintegritas.
Ia juga meminta agar para Jaksa mewujudkan kejaksaan digital, memperkuat asas dominus litis dalam pembuatan Undang-undang, bersinergi dalam penanganan perkara militer serta menjaga marwah institusi Kejaksaan. (*)
Editor: Nuel






































