Wahyu Kecam LPG Non Subsidi
Wahyu Wahyudin, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin mengecam kebijakan PT Pertamina menaikkan harga LPG non subsidi.

Menurut Wahyu, kenaikan harga saat pandemi akan memberatkan perekonomian masyarakat menengah yang selama ini menjadi konsumen utama LPG non subsidi.

Dikhawatirkan, kenaikan harga akan menyebabkan masyarakat beralih ke LPG 3 Kg.

“Saya pribadi mengecam kenaikan ini, karena nanti masyarakat menengah bisa bisa ambil gas subsidi,” katanya, Kamis (3/3/2022).

Politisi PKS itu juga mengaku heran dengan kebijakan Pertamina yang kontradiktif dengan semangat pemulihan ekonomi yang di galakkan pemerintah.

Di tengah pemulihan ekonomi, pemerintah seharusnya berperan aktif membantu ekonomi masyarakat dengan memberikan kemudahan dan stimulus ekonomi.

“Masa sulit kok di naikkan, mana peran pemerintah dalam membantu rakyatnya?,” ujarnya.

Wahyu pun meminta agar Pertamina menunda kenaikan LPG non subsidi hingga ekonomi pulih dan daya beli masyarakat meningkat.

“Saya minta Pertamina tunda kenaikan LPG sampai ekonomi pulih dan daya beli masyarakat naik,” pintanya.

Diketahui, per 1 Maret 2022, harga isi ulang Bright Gas 5,5 Kg berkisar Rp 95 ribu atau naik dari sebelumnya yang hanya Rp 85 ribu.

Sementara Bright Gas ukuran 12 Kg berkisar Rp 185 ribu atau naik dari sebelumnya yang hanya Rp 180 ribu.

Pemilik Pangkalan LPG Ammo, Lina memperkirakan satu pekan ke depan para pelanggan baru akan terkejut dengan harga baru itu.

“Semalam kita baru terima edarannya, hari ini baru kita mulai penerapan harga baru. Hari ini memang belum ada keluhan ya, mungkin seminggu lagi,” ujarnya, Selasa (1/3/2022).

(Helen)
Editor: Nuel

Baca Juga : Harga BBM kembali Naik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here