Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Dwika Tjahja Setiawan saat memimpin apel operasi kesiapsiagaan patroli keamanan laut berlangsung di dermaga Fasharkan Mentigi Tanjunguban, Senin (7/3) sore. Foto oleh oxy

BINTAN,SIJORITODAY.com – Dalam upaya menjaga keamanan perairan Kepulauan Riau, TNI AL yang dikomandoi langsung Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Dwika Tjahja Setiawan melakukan operasi ‘Garda Jala Sakti 22.1’.

Apel gelar operasi kesiapsiagaan patroli keamanan laut berlangsung di dermaga Fasharkan Mentigi Tanjunguban, Senin (7/3) sore.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Dwika Tjahja Setiawan menjelaskan, operasi ini dilakukan untuk menjawab berbagai persoalan yang berkembang saat ini di perairan perbatasan.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Dwika Tjahja Setiawan bersama prajuritnya melakukan patroli laut menggunakan KAL Mapor menuju perairan Selat Singapura, Senin (7/3) sore. Foto oleh oxy

Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura memang menjadi fokus pengamanan. Apalagi di Selat Singapura yang merupakan jalur kapal dunia.

“Sebagai tindak lanjut dari perintah Bapak Kasal melalui Panglima Koarmada I, operasi ini kita laksanakan untuk menjaga dan mengamankan wilayah perairan laut dari segala bentuk kegiatan-kegiatan ilegal,” tegasnya.

Ia menyebutkan, ada 250 prajurit TNI AL yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari unsur udara dan laut termasuk satuan Kopaska.

Selat Singapura kata dia, merupakan daerah paling rawan karena merupakan perairan yang padat lalu lintas kapal serta jaraknya yang tidak terlalu jauh. Kemudian, banyaknya pelabuhan tikus di Kepri yang harus ditertibkan.

“Bila kita temukan, kita langsung melakukan tindakan tegas,” tegasnya kembali.

Jenderal Bintang Satu itu pun mengingatkan kepada semua pihak agar tidak bermain-main di perairan Kepri. Lantamal IV Tanjungpinang ucap Dwika, tidak segan-segan bertindak tegas untuk memberantas segala kegiatan ilegal di perairan Kepri.

Usai memimpin apel, Dwika bersama prajuritnya langsung melakukan patroli laut menggunakan KAL Mapor bersama sejumlah prajurit bersenjata lengkap menyisir perairan OPL antara Indonesia dan Singapura.

Jenis pelanggaran hukum di laut lainnya yang menjadi target operasi keamanan laut antara lain pelanggaran batas wilayah perairan, penyelundupan barang, penyelundupan manusia (Trafficking), pelanggaran peraturan perikanan (Illegal Fishing), pencemaran laut, perusakan terumbu karang dan biota laut.

Operasi ini dilaksanakan sepanjang tahun dengan melibatkan 14 unsur terdiri dari 7 unsur dari Satrol Lantamal IV (KAL Welang, KAL Anakonda, KAL Marapas, KAL Mapor, Sea Rider, Patkamla Setumu dan Patkamla Paku), 3 unsur dari Lanal Batam (KAL Nipah, Combat Boat, Sea Rider) dan 4 unsur dari Lanal Tanjung Balai Karimun (KAL Pelawan, Combat Boat, Sea Rider 1 dan Sea Rider 2).

Adapun sektor operasi di perairan yang menjadi wilayah kerja Lantamal IV antara lain sebagian Selat Malaka, Selat Philips, Selat Singapura, Selat Riau Utara, Perairan Utara Bintan sampai Berakit dan Perairan Karimun serta Perairan Batam. (oxy)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here