BATAM, SIJORITODAY.com- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Firli Bahuri mengajak anak bangsa bisa memainkan peran masing-masing.
Salah satunya menghormati hukum dan konstitusi.
Ia mengibaratkan, Indonesia sedang berlayar menggunakan kapal besar menuju pelabuhan tujuan. Kewajiban semua pihak di atas kapal untuk tidak membuat kegaduhan.
Beberapa waktu belakangan ini muncul gerakan di tengah masyarakat yang meminta Ketua KPK RI Firli Bahuri maju dalam pemilihan presiden 2024 mendatang.
Permintaan itu muncul dari berbagai kelompok masyarakat, dari kalangan petani sampai nelayan dari perkotaan sampai pedesaan.
Menyikapi permintaan sporadis ini, Firli Bahuri mengatakan, dirinya menghormati hal itu sebagai bagian dari aspirasi yang berkembang. Ia menegaskan, dirinya juga punya sikap.
“Jangan pernah ganggu saya dengan isu capres dan pencapresan,” ujarnya ketika berbicara di dialog antikorupsi yang di gelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kepulauan Riau di Batam akhir pekan lalu (Sabtu, 19/3) kemarin.
Ia menuturkan, Di dalam Pembukaan UUD 1945 di sebutkan tujuan negara melindungi segenap bangsa Indonesia.
Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Itu tugas seluruh anak bangsa, tugas seluruh pemuda untuk mewujudkannya.
“Tugas kita semua mencapai mimpi-mimpi para pahlawan kita. Termasuk rekan-rekan yang pahlawan, apakah senior-senior kita, para pendahulu kita. Pahlawan perjuangan kemerdekaan. Pahlawan mempertahankan kemerdekaan, pahlawan reformasi gerakan 1998. Saya respect atas jasa rekan-rekan semua,” sambungnya sambil menekankan bahwa Indonesia ada karena ada masa lalu. Selanjutnya masa depan Indonesia di tentukan seluruh anak bangsa, bukan ditentukan orang lain.
Ia meminta, anak bangsa jangan pernah kita menitipkan bangsa ini kepada orang lain. Jangan kita titipkan, tidak di titipkan saja ingin diambil.
Dituturkannya, kembali ke kapal jika di dalam kapal ada kegaduhan, maka kapal bisa oleng. Kalau oleng maka bisa karam. Akhirnya, semuanya tentu tidak pernah selamat.
Dialog anti korupsi tersebut di hadiri Walikota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad. Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Bupati Natuna Wan Iswandi.
Pengurus Daerah JMSI dari sejumlah provinsi yang hadir dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang di gelar malam sebelumnya juga memeriahkan peresmian kantor JMSI Kepri ini.
Juga hadir Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Saibansyah Dardani, Ketua Bidang Kordinasi Program Akhiruddin Mahyuddin. Selain itu, anggota Dewan Pembina JMSI Pusat Mursyid Sonsang dan anggota Dewan Pakar JMSI Pusat Coking Susilo Sakeh. (prb)
Editor : Liza








































