Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kepulauan Riau, Hasfarizal Handra menghadiri temu bisnis di Hotel Whyndam Batam, Rabu (24/6/2026). F:Sijoritoday.com/Asril

BATAM,SIJORITODAY.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Kepulauan Riau menggelar temu bisnis di Hotel Whyndam Batam, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan ini mengusung tema ‘Membangun Jembatan Ekonomi Sinergi Bisnis Kepulauan Riau–Malaysia
untuk Pertumbuhan Ekonomi Bersama’.

Sejumlah narasumber kompeten pun dihadirkan, diantaranya Irma Rachmiyati, Director of IIPC Singapore, Ministry of Investment and Downstream Industry/BKPM dan Riatna Jeo, Associate Director of Access Indonesia.

Selain itu, temu bisnis ini juga dihadiri para pengusaha lokal dan mengundang pengusaha dari negeri jiran Malaysia.

Kepala DPM-PTSP Kepri, Hasfarizal Handra mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menggenjot investasi.

“Temu bisnis ini merupakan sarana promosi investasi dengan mempertemukan pengusaha Indonesia dan Malaysia. Sekaligus juga kita selaraskan dengan kegiatan Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (SOSEKMALINDO),” katanya.

Dalam pertemuan itu, Hasfarizal pun memaparkan sejumlah potensi investasi unggulan yang bisa digarap oleh para pelaku usaha.

Ia paparkan, di Kabupaten Bintan, ada potensi pengembangan berbagai proyek pariwisata dan hospitality, meliputi resort, condotel, hotel berbintang, water park, hingga Green Bamboo Village sebagai
destinasi wisata berkonsep alam dan berkelanjutan.

“Di Bintan, fasilitas pendukung sudah tersedia seperti villa, restoran, jaringan utilitas, akses jalan, area pantai, dan mangrove,” jelasnya.

Di Natuna, pelaku usaha dapat mempertimbangkan penyediaan air bersih untuk 1.000 sambungan rumah, kapal domestik dan internasional, hingga industri hilir perkebunan kelapa.

“Permintaan akan copra charcoal, virgin coconut, briket, handicraft masih sangat tinggi, dan produksi kelapa mencapai 500 ribu biji per tahun. Natuna juga dekat dengan jalur perdagangan internasional,” ujarnya.

Di Karimun, para pelaku usaha dapat menggarap penyimpanan dan
pengilangan (refinery) minyak dan gas, perikanan serta rantai dingin, operasi terminal dan pergudangan, energi baru dan terbarukan, perbaikan kapal dan struktur kelautan, jasa maritime, manufaktur dan pengolahan.

“Ada lahan industri 120 hektar, garis pantai 1.503 meter, kolam pelabuhan 950.000 m², hingga mampu melayani kapal 50.000 DWT,” bebernya.

Sementara di Lingga, Hasfarizal menerangkan bahwa daerah ini para pelaku usaha dapat mendukung kegiatan pariwisata, khususnya di Pulau Katang.

“Saat ini Pulau Katang tengah disiapkan menjadi second home luxury dengan berbagai sarana premium,” terangnya.

Hasfarizal pun mengajak seluruh pelaku usaha yang berminat untuk berinvestasi menghubungi DPM-PTSP Kepri.

“Kami akan memberikan pendampingan mulai dari pra hingga pasca investasi,” imbuhnya.

Penulis: Asril
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here