Bawa Parang
Pelaku pembawa parang dan perwakilan remaja masjid yang sempat cekcok berakhir damai di depan Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Budi dan jajarannya.

BATAM, SIJORITODAY.com – Aksi seorang pria yang membawa parang ke Masjid Al-Mu’minin, Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam beberapa waktu lalu, sudah memilih berdamai.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Budi Hartono, dalam konferensi persnya menyebutkan terkait permasalahan tersebut telah di selesaikan secara kekeluargaan.

Dipertemukan di Polsek Lubuk Baja dan disaksikan pengurus masjid serta Ketua RT dan RW setempat.

Kompol Budi menceritakan, kejadian berawal pada Minggu, 10 April 2022 lalu, sekitar pukul 03.30 WIB dini hari.

Saat itu, remaja Masjid Al-Mu’minin membangunkan warga untuk sahur menggunakan toa masjid.

NZ (56) yang tinggal sekitar 5 meter dari masjid, merasa terganggu dengan suara toa dan volume yang dinilai sangat keras.

Pada saat itu, NZ langsung mendatangi masjid sambil membawa parang. Sesampainya di sana, NZ langsung cekcok dengan remaja masjid.

Setelah beberapa waktu, NZ kemudian pulang ke rumahnya. Setelah itu, remaja mengejar dan sampai di depan rumah NZ, cekcok mulut pun terjadi lagi.

Melihat kejadian tersebut, FR (anak NZ) keluar dari dalam rumah mencoba untuk melerainya.

Suasana demikian, remaja masjid inisial ME justru mengeroyok FR. Melihat kejadian itu, NZ kemudian mengarahkan parangnya ke arah ME, sehingga menggores punggungnya.

Remaja masjid tersebut membawa NZ dan FR ke Polsek Lubuk Baja.

Kompol Budi menuturkan, tujuan NZ membawa parang hanya untuk menggertak saja. Pada waktu itu, NZ bersama keluarga sedang istirahat.

NZ juga memiliki cucu yang masih kecil dan merasa terganggu dengan suara Toa sangat keras dan meminta agar volume toa tersebut dikecilkan.

“Atas kejadian tersebut NZ sudah meminta maaf karena juga seorang Muslim. Kemudian juga telah dilakukan perdamaian secara kekeluargaan antara kedua belah pihak,” ucap Kompol Budi.

Ia juga mengungkapkan, dalam proses perdamaian secara kekeluargaan tersebut, kedua belah pihak telah sepakat untuk tidak membuat laporan pengaduan ke polisi. Mereka menganggap sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak saling menuntut.

Penulis : Bora
Editor : Liza

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here