Siswa perwakilan sekolah tingkat SMA se Kota Tanjungpinang mengikuti dialog cinta tanah air yang dilaksanakan LSM Cindai. F- istimewa.

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Berfikir, bersikap dan bertindak secara positif dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu ciri masyarakat cinta tanah air.

Hal ini disampikan Kanit I Subdit III Direktorat Intelkam Polda Kepri, AKP Buskardi dalam forum diskusi santai yang di gelar oleh LSM Cerdik Pandai Muda Melayu (Cindai) Provinsi Kepri bersama Pengurus Osis SMA sederajat se-Kota Tanjungpinang.

Dilaksanakan di ruang VIP, Lantai II, Morning Bakery KM 8, Tanjungpinang, Kamis (1/9).

Mantan Kasat Intelkam Polresta Tanjungpinang tersebut memaparkan pentingnya bela negara dan cinta tanah air bagi pelajar.

Dapat diimplementasikan kehidupan sehari-hari, terutama memahami tugas dan kewajiban sebagai seorang pelajar.

“Kalau pelajar yang cinta tanah air, harus memastikan dirinya tidak melanggar aturan-aturan hukum yang berlaku di masyarakat. Termasuk aturan-aturan sekolah. Disamping itu, pelajar yang tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain merupakan contoh yang memilik jiwa patriotisme terhadap negara,” jelas Buskardi.

Pelajar merupakan aset bangsa yang sangat berharga. Diminta para pelajar harus fokus belajar dan belajar, agar cita-cita dapat tercapai.

“Pelajar yang tidak melakukan pelanggaran hukum merupakan contoh pelajar menanamkan nilai-nilai pancasila dalam sanubari. Nilai-nilai tersebut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMK pada Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Osnardi menekankan upaya peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan formal maupun non formal.

“Pendidikan formal yang berbasis pada penguatan sumber daya manusia merupakan upaya melahirkan generasi muda yang memiliki jiwa patriotisme. Pendidikan non formal seperti dialog maupun diskusi yang dilakukan LSM Cindai, merupakan upaya menanamkan nilai-nilai pancasila. Sehingga dalam tindakan sehari-hari, kita memegang teguh nilai-nilai luhur Pancasila,” ucapnya.

Ketua Umum Cindai Kepri, Edi Susanto menjelaskan bahwa generasi muda, seperti pelajar wajib mengambil peran dalam bela negara dan cinta tanah air.

“Sebagai pelajar, melakukan aktivitas yang positif sesuai dengan hobi masing-masing merupakan contoh generasi yang cinta terhadap bangsa dan negara,” ungkapnya.

Edi juga memaparkan bahwa penyalahgunaan tekhnologi dalam menyalurkan hobi merupakan ciri-ciri generasi muda yang tidak cinta terhadap bangsa dan negara.

“Pelajar yang memiliki jiwa patriotisme, mereka akan menyalurkan hobi dengan hal-hal positif. Sebagai contoh kecil yang menjadi fenoma kekinian, yakni penyalahgunaan tekhnologi. Silakan menggunakan media sosial, tetapi harus digunakan dengan hal-hal positif, sehingga dapat memotivasi orang lain,” pesannya.

Acara yang dipimpin Suaib selaku moderator tersebut dilanjutkan dengan dialog antarapelajar dengan bersumber .

Bahkan salah satu pelajar dari SMAN 2 Kota Tanjungpinang, Teja Maulana Hakim yang turut berpartisipasi dalam sesi tanya jawab menyampaikan rasa keprihatinannya berbagai hal.

Ia menyoroti lemahnya perhatian pemerintah dalam memajukan kaum Difabel atau orang-orang yang dikategori memiliki kemampuan berbeda dengan manusia pada umumnya

“Kalau saya mencermati, patriotisme dan cinta tanah air merupakan sebuah kewajiban bagi setiap warga negara. Meski demikian, masih menemukan adanya stigma negatif dilingkungan masyarakat terhadap teman-teman Difabel. Disamping itu, kurangnya fasilitas pendidikan bagi mereka merupakan suatu keprihatinan kita semua,” ungkap Teja.

Editor: Liza

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here