
TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Riau, Muhammad Hasbi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi peralihan musim kemarau ke musim penghujan selama sepekan ke depan.
Hasbi mengatakan, selama peralihan musim ini, Kepri sangat berpotensi terjadi fenomena hujan deras disertai petir, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Fenomena ini dapat menyebabkan terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, dan abrasi pantai.
“Kita imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di masa peralihan musim ini,” katanya, Kamis (15/9/2022).
Hasbi menyampaikan, ia juga telah meneruskan edaran BNPB RI perihal peningkatan kewaspadaan ke BPBD Kabupaten/Kota.
Sebelumnya, BNPB RI meminta 24 Provinsi termasuk Kepri meningkatkan kewaspadaan dampak cuaca ekstrem sepekan ke depan.
“Kita sudah meneruskan edaran BNPB itu ke BPBD Kabupaten/Kota karena dalam kebencanaan yang lebih dekat ke lokasi bencana adalah BPBD Kabupaten/Kota,” ujarnya.
Hasbi pun meminta masyarakat yang menemukan keadaan darurat dan membutuhkan pertolongan untuk segera hubungi instansi penanganan bencana terdekat.
“BPBD Kabupaten/Kota sudah memiliki hotline pengaduan saat terjadi bencana,” tambahnya.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Khalid Fikri Nugraha Isnoor menjelaskan, memasuki akhir bulan September, curah hujan di Kepri bakal meningkat.
Isnoor juga meminta nelayan mewaspadai kemungkinan gelombang setinggi 0,5-1,25 meter di Tanjungpinang, Batam, Karimun, Bintan, Lingga, dan setinggi 0,5-2,5 meter di Anambas, serta 0,5-4,0 meter di Natuna.
“Diprakirakan memasuki Dasarian III September potensi hujan meningkat kembali,” tambahnya.
Penulis: Nuel









































