Aliansi mahasiswa yang dimotori oleh aktivis mahasiswa STAIN SAR Angkatan 2025 menggelar aksi diskusi publik dan mimbar bebas di Taman Batu 10, Senin (15/6/2026). F:Sijoritoday.com/istimewa

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Aliansi mahasiswa yang dimotori oleh aktivis mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Ansarullah (STAIN SAR) Angkatan 2025 menggelar aksi diskusi publik dan mimbar bebas di Taman Batu 10, Senin (15/6/2026).

Mimbar bebas ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa serta kelompok organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus.

Gerakan moral ini dibersamai oleh berbagai organisasi kemahasiswaan besar yang tergabung dalam Cipayung Plus seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Dinamika forum berjalan dengan tensi yang sangat tinggi. Diskusi yang awalnya dirancang sebagai bedah kebijakan publik berubah menjadi ruang penyampaian aspirasi yang serius dan emosional.

Sejumlah orator bergantian menaiki mimbar di Taman Batu 10, menyuarakan kritik tajam dan rapor merah terhadap jalannya roda pemerintahan saat ini.

Ada dua isu krusial yang memicu perdebatan sengit dan meluapkan emosi para peserta forum, yakni potret pengelolaan keuangan negara serta regulasi keamanan yang dinilai mencederai demokrasi.

Mahasiswa menyoroti penggunaan APBN yang dianggap sembrono dan tidak tepat sasaran di tengah himpitan ekonomi masyarakat bawah.

Selain itu, gelombang penolakan keras juga disuarakan terhadap pasal-pasal dalam UU Polri yang dinilai represif dan tidak lagi memihak kepada kepentingan rakyat.

Koordinator aksi sekaligus perwakilan Mahasiswa STAIN SAR Aktif ’25, Awaludin Rahmadi menyatakan, mimbar bebas ini merupakan akumulasi dari keresahan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai ugal-ugalan.

“Hari ini kami berkumpul di Taman Batu 10 bukan hanya untuk berdiskusi di atas kertas, tetapi membawa amarah dan kegelisahan rakyat. Penggunaan APBN kita sudah sangat sembrono, uang rakyat dihamburkan bukan untuk kesejahteraan. Ditambah lagi, regulasi seperti UU Polri justru dipermak sedemikian rupa hingga tidak lagi memihak rakyat kecil. Kehadiran kawan-kawan Cipayung Plus mempertegas bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat kondisi pemerintahan yang sedang berjalan saat ini,” ujarnya di sela-sela aksi.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Cipayung Plus menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah langkah awal.

Ketegangan emosional yang terjadi di dalam forum mencerminkan betapa daruratnya situasi sosial, ekonomi, dan hukum di Indonesia hari ini akibat kebijakan yang gagal diantisipasi oleh pemerintah.

Melalui mimbar bebas ini, aliansi Mahasiswa STAIN SAR ’25 dan Cipayung Plus mengeluarkan pernyataan sikap tegas menuntut evaluasi total terhadap postur anggaran negara dan mendesak pembatalan pasal-pasal bermasalah dalam UU Polri.

Mereka berjanji akan membawa eskalasi gerakan ini ke tingkat yang lebih besar jika pemerintah tidak segera berbenah.

Aksi mimbar bebas ditutup dengan pembacaan tuntutan bersama dan doa untuk keselamatan bangsa. Kendati berjalan dengan emosional dan penuh instruksi, massa membubarkan diri dari kawasan Taman Batu 10 dengan tertib. ***/rls

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here