Zuhardi, aktivis pemuda Kabupaten Lingga. F:Sijoritoday.com/Asril

LINGGA,SIJORITODAY.com – Aktivis pemuda Kabupaten Lingga, Zuhardi yang akrab di panggil Juai menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi Kabupaten Lingga yang dinilainya masih menghadapi berbagai persoalan mendasar yang hingga kini belum terselesaikan secara maksimal.

Menurutnya persoalan pemadaman listrik yang berulang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan terus menjadi keluhan masyarakat.

Hingga hari ini, warga masih mempertanyakan langkah konkret yang mampu memberikan solusi jangka panjang atas persoalan tersebut.

“Di tengah perkembangan daerah lain, masyarakat Lingga masih harus menghadapi persoalan listrik yang terus berulang. Kondisi ini tentu berdampak pada aktivitas masyarakat, dunia usaha, pendidikan, hingga iklim investasi,” ujar Juai kepada media ini, Kamis (9/7/2026).

Selain itu, Juai menilai kondisi ekonomi masyarakat juga semakin memprihatinkan. Kesempatan kerja dinilai masih terbatas, daya beli masyarakat melemah, sementara banyak keluarga harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Pertanyaannya sederhana, ke mana arah pembangunan Kabupaten Lingga Mengapa daerah yang memiliki potensi sumber daya alam begitu besar belum mampu menghadirkan kesejahteraan yang dirasakan secara merata oleh masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Lingga memiliki potensi besar di sektor pertambangan, perikanan, kelautan, perkebunan, dan pariwisata. Namun, menurutnya, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sudah saatnya potensi daerah dikelola secara optimal, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Investasi yang masuk harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memberikan manfaat nyata bagi daerah,” tegasnya.

Juai juga mengajak Pemerintah Kabupaten Lingga untuk lebih terbuka terhadap kritik, saran, dan aspirasi masyarakat.

Menurutnya, kritik merupakan bagian dari pengawasan publik dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

“Kritik bukanlah bentuk permusuhan. Kritik adalah wujud kepedulian agar setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat dan pembangunan berjalan sesuai harapan rakyat,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa apabila persoalan ekonomi, pengangguran, dan pelayanan publik terus berlangsung tanpa penyelesaian yang efektif, maka berbagai dampak sosial dapat semakin dirasakan masyarakat.

“Saya menyampaikan pernyataan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun. Ini adalah bentuk kecintaan saya terhadap Kabupaten Lingga. Saya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja lebih serius, lebih terbuka, dan lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat dalam mengelola kekayaan daerah,” katanya.

Menutup pernyataannya, Juai menyampaikan pesan yang menjadi refleksi bagi seluruh pihak.

“Jangan biarkan Kabupaten Lingga terus dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, tetapi masyarakatnya belum menikmati kemakmuran. Jangan sampai pepatah ‘ayam mati di lumbung padi’ terus menjadi gambaran nyata kondisi daerah ini. Sudah saatnya kekayaan daerah benar-benar kembali untuk kesejahteraan rakyat Lingga,” tutup Zuhardi.

Penulis: Asril
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here