Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri Gusti Raizal Eka Putra dalam sebuah acara yang digelar di hotel Harmoni One, Selasa (16/2) Foto : pet

BATAM , SIJORI TODAY, com — Laju pertumbuhan perekonomian Kepulauan Riau melambat ditahun 2015 dibanding tahun 2014 lalu. Hal ini diketahui dari hasil Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional TW 1V Bank Indonesia wilayah Kepri.

Melambatnya pertumbuhan perekonomian di Kepri ditahun 2015 ini dipicu faktor pelemahan kinerja investasi serta sejalan dengan perlembatan ekonomi global dan domestik.

Perlambatan ekonomi tahun 2015 hanya berkisar 6,02 persen(yoy) sedangkan tahun 2014 tumbuh diangka 6,62 persen. Namun positifnya tingkat kesejahteraan warga kepri relatif masih terjaga sehingga terjadi penurunan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri  Gusti Raizal Eka Putra dalam sebuah acara yang digelar di hotel Harmoni One mengatakan, Melambatnya pertumbuhan perekonomian dikepri dipicu dari beberapa faktor seperti sisi pelemahan investasi dimana pertumbuhan investasi hanya sebesar 3.25 persen melambat dibanding pertumbuhan 2014 sebesar 5,79 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Kepri melambat dibandingkan tahun 2015 tetapi tingkat kemiskinan menurun,” Kata Gusti. Selasa(16/02).

Ditambahkan Gusti, perlembatan investasi tidak terlepas dari kondisi ekonomi yang masih diliputi ketidak pastian, sehingga menahan investor untuk melakukan ekspansi. Selain itu belanja modal pemerintah pada tahun 2015 sebesar Rp1.661 milyar menurun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 2.536 milyar yang juga penyebab perlembatan investasi 2015,” Ujarnya.

Sementara itu, dari sisi lapangan usaha, perlambatan pertumbuhan terutama dicatatkan dua sektor ekonomi utama Kepri yaitu sektor industri pengolahan dan sektor kontruksi.

Dimana sektor industri pengolahan tingkat permintaan global yang cenderung masih lemah sedangkan sektor kontruksi sejalan dengan pelemahan investasi dan penurunan realisasi belanja modal pemerintah.

Ia mengatakan, ditengah perlembatan ekonomi, tingkat kesejahteraan masyarakat Kepri relatif masih terjaga dan ini tercermin dari penurunan tingkat kemiskinan, dan ini sesuai data dari BPS September tahun 2015. Jumlah penduduk miskin 114,834 orang, menurun 7,52 persen.

Perekonomian pada Triwulan I Tahun  2016, Kepri akan diperkirakan menguat pada kisaran 5.5 – 6,0(yoy), karena ditobang penguatan konsumsi dan investasi. Serta sejalan dengan pola musiman hari keagamaan yang bertepatan dengan libur panjang dan nilai tukar yang terjaga. Investor diperkirakan akan tumbuh menguat sejalan dengan indikator impor barang modal dan bahan baku menunjukan perbaikan, Tutupnya.

Penulis : pet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here