Kampanye Anti Peredaran dan Pengunaan Narkoba di Kampung Aceh, Rabu (24/2) Foto : pet

BATAM, SIJORI TODAY, com — Pasca digrebek jajaran kepolisian Polda Kepri, warga kampung aceh, Kelurahan Mukakuning, kecamatan Sei Beduk memasang spanduk menolak peredaran narkoba serta mendukung program pemerintah menumpas peredaran narkoba di Kepri.

Pantauan lapangan, warga bersama tokoh masyarakat kampung aceh memasang spansuk ukuran 1×3 meter disetiap pintu masuk menuju daerah tersebut bertuliskan ” Dilarang Keras Mengunakan dan Mengedarkan Narkoba di Daerah Ini “

“Kami warga kampung aceh mendukung kepolisian dan pemerintah memberantas peredaran narkoba disini karena warga disini ada berbagai suku,” Kata Ketua RT03 RW 14. Mahdi Nur dilokasi. Rabu(23/03).

Ia mengatakan, kami sangat mendukung kepolisian maupun pemerintah menumpas peredaran narkoba dikampung ini, pasalnya yang berdomisili disini dari berbagai suku serta banyak yang tinggal disini sebagai pekerja, pedagang dan yang mengedar disini datang dari luar.

” Pengedar berasal dari luar yang disinggah lalu pergi lagi, untuk kami sangat mendukum program menumpas narkoba,”Ujar RT yang juga merupakan honorer Rusunawa mukakuning.

Kata Dia, pasca pengrebekan yang kempat ini, kami perangkat RT disini menghimbau

agar tidak datang ke sini melakukan transaksi narkoba, tahap awal melalui spanduk kami ingatkan dan nantinya kami tidak akan segan melakukan penangkapan dan menyerahkan kepolisi.

Kami tidak mau menjadi korban lagi karena Semua suku ada disini dan tidak seluruhnya datang dari aceh, serta memang dahulunya membuka kampung ini warga aceh ditahun 1999 bersama kampung tower,” Kata Ketua RT 03 RW 14 Mahdi Nur sudah cukup lama menjadi ketua rt disini.

Lanjut Dia, Ada lebih kurang 1000 KK dengan ada lima RT dan kami dari dulunya memang menolak peredaran narkoba disini, namun yang sulit kami deteksi pendatang yang datang kesini bahkan membuat keonaran disini.

Untuk itu kami akan selalu mensosialisasikan dan juga kami berharap pihak kepolisian kalau mau benar-benar melakukan pemberantasan narkoba kami mendukung karena kampung aceh luas dan banyak pintu masuk dan itu bisa dipantau, ” Kata Dia.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua RT 5 RW 14, Anton, kami sangat menolak peredaran narkoba disini dan kami tidak mau lagi menjadi korban karena lebih banyak warga kami disini bekerja makan gaji dibandingkan pengedar narkoba, sehingga kami menjadi korban dicap sebagai kampung narkoba.

“Kami menolak dikatakan kampung narkoba karena warga kami banyak yang bekerja dibanding sebagai penjal barang haram tersebut,” Ujarnya.

Harapan kami, tambahnya, kedepannya kalau memang ada lagi pengrebekan dipihak kepolisian, kami sebagai perangkat RT siap diajak bekerjasama membantu kepolisian memberantas peredaran narkoba,” Tutupnya.

Penulis : pet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here