Migas (Foto : Dok Katadata)

BATAM, SIJORITODAY.com—Pemerintah mengutus Komisi Eksplorasi Nasional (KEN) untuk melakukan kajian di Blok East Natuna. Kajian diperlukan agar nantinya blok migas di Kepulauan Riau tersebut dapat segera dilakukan rencana pengembangan lapangan.

Ada dua poin usulan KEN dalam mengelola blok east natuna ke depan. Pertama, pengembangan bersama (joint development) antar blok-blok di sekitar East Natuna. Kedua, mengintegrasikan pengembangannya dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) dan Energi Nasional serta Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Ada tujuh blok migas yang berada di sekitar Blok East Natuna. Yakni South Natuna Sea Block B yang dipegang oleh ConocoPhillips Indonesia, Natuna D-Alpha (Pertamina), Tuna (Premier Oil Indonesia), dan NE Natuna (Titan Resources Indonesia Ltd). Kemudian North Sokang (North Sokang Energy), East Sokang (Ekuator Energy Sokang), South Sokang (Consortium Lundin South Sokang dan Salamander Energy), dan Sokang (Black Platinum Investment).

Namun belum ada fasilitas produksi yang besar di wilayah east natuna. Produksi dari delapan blok migas yang ada, harus dibawa ke wilayah West Natuna. Untuk itu dibutuhkan infrastruktur pipa sepanjang 300 kilometer untuk menuju ke fasilitas produksi tersebut.

Diperlukan Joint development antar 8 blok migas di wilayah tersebut untuk membangun fasilitas bersama, tentunya  akan lebih menghemat biaya. Pertamina sebagai operator Blok East Natuna sudah sepakat dan segera akan didiskusikan dengan operastor di tujuh blok lainnya.

Kedepannya wilayah Natuna bisa dijadikan tempat untuk pembangunan industri petrokimia atau kebutuhan bahan bakar. Bisa juga menjadi pemasok untuk pembangkit listrik di daerah lain seperti Kalimantan Barat, yang selama ini ribut karena mendapat pasokan dari Serawak, Malaysia.

Ketua KEN Andang Bachtiar  seeprti dikutip dari katadata.com mengungkapkan,  akan membentuk tim khusus untuk menyelaraskan dua poin usulan tersebut. Tim ini akan mengkaji skema joint development yang akan mengacu pada RIPIN dan RUEN. Hasilnya akan diajukan kepada pemerintah sebagai usulan skema PoD yang akan digunakan di wilayah East Natuna.

Andang berharap tim ini akan mulai bekerja pada akhir Juni 2016. “Kami matangkan konsep besarnya dulu, belum PoD. Nanti kalau muncul opsi mau FLNG, OLNG, tarik pipa ke Jawa lah, ke inilah, itu terserah,” kata Andang.

Sementara itu, Sekretasis KEN Muhamad Sani mengatakan delapan blok migas di wilayah East Sumatera memiliki total cadangan gas sebesar 30,2 triliun kaki kubik (TCF) dan minyak sebanyak 318,39 juta tangki barel (mmstb). “Bayangkan, 1 TCF gas itu bisa mengaliri 1 juta gas rumah tangga dalam 15 tahun di Amerika. Makanya ini harus kita kembangkan,” ujarnya.

Sumber : katadata.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here