Anggota Gafatar asal Kepri yang masih tersisa di penampunga asrama haji Batam, Kamis (25/2) Foto : pet

BATAM, SIJORI TODAY. com – – Mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang ditampung di asrama haji, Batam, Kepulauan Riau , berangsur-angsur dipulangkan ke daerah asal.  Namun selama dua pekan mendapat pembinaan,  mereka enggan bertobat kembali ke ajaran Islam.

Dari 106 orang anggota Gafatar yang dievakuasi dari Kalimantan Barat ke Batam. Hinga saat ini  hanya tersisa 27 orang. Sebagian mereka telah dijemput pihak keluarga serta sanak keluarga masing-masing. Pemulangan seluruh anggota Gafatar kedaerah masing-masing, mengunakan biaya sendiri tidak mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah.

Mereka yang telah diijinkan untuk pulang sebelumnya telah menjalani pendatan dari pihak Kepolisian, Dinas Sosial, Kementerian Agama serta Kesbangpol. Mereka akan tetap mendapat pengawasan dari intansi terkait, agar tidak meresahkan masyarakat dimana mereka tinggal.

Salah seorang anggota Gafatar yang masih tinggal di asrama haji mengatakan, saat ini hanya tinggal 27 orang asal Batam.  Dalam waktu dekat mereka akan mencari rumah kost untuk memulai hidup baru.

“Kami akan mengontrak rumah, sudah ada dan menunggu kunci dari pihak penyewa, tetapi kami biaya sendiri tanpa mendapat bantuan dari pemerintah daerah, sedangkan daerah lain seperti di Jawa dapat senilai Rp15 juta untuk biaya hidup sementara. Kata DN yang dijumpai di dapur umum Tagana asrama haji Batam, Kamis(25/2).

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia  Batam, Usman Ahmad yang dihubunggi melalui telepon seluler pada kamis siang mengatakan, meski telah dilakukan pembinaan selama dua minggu terhadap seluruh  anggota Gafatar, mereka tetap tidak bersedia untuk kembali memeluk agama Islam.

“Mereka seperti sudah terdoktrin sehingga tidak mau dislamkan kembali, bahkan mereka matipun tidak mau dimakamkan sesuai sariat Islam,” Mereka tetap dengan kepercayaan bahwa syahadat baru, nabi baru, tidak sholat, tidak puasa dan tidak wajib zakat.

MUI kesulitan mengembalikan mereka kejalan yang sesuai ajaran Islam. Kami menghimbau kepada masyarakat agar menerima keberadaan mereka. Seluruh anggota Gafatar asal Kepri yang berjumlah 106 orang  tersebut tetap selalu dipantau pihak Kepolisian, Pemerintah Daerah dari tingkat Kelurahan hingga Rukun Tetangga.

Penulis : pet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here