Bandan Narkotika Nasional (BNNP) Kepuluan Riau sepanjang bulan Februari 2016 berhasil menangkap delapan kurir narkoba dengan barang bukti 705,1 gram sabu serta 20.076 kilogram ganja. Foto : wan

BATAM, SIJORI TODAY, com – –  Bandan Narkotika Nasional (BNNP) Kepuluan Riau sepanjang bulan Februari 2016 berhasil menangkap delapan kurir narkoba dengan barang bukti 705,1 gram sabu serta 20.076 kilogram ganja.

Penangkapan delapan kurir narkotika terdiri dalam 7 kasus dengan lokasi tangkapan yang berbeda, selain mengamankan narkotika juga ratusan ribu uang ringgit Malaysia, Lima Unit HP, KTP dan pasport pelaku.

“Ada 705,1 gram sabu serta 20.076 kilogram ganja kering dengan 8 pelaku kurir sepanjang February diungkap, ” Kata Kepala BNNP Kepri Kombes Pol Beni Setiawan di Kantornya. Jumat(26/02).

Ia mengatakan, kasus yang cukup besar diungkap dua hari lalu dan berhasil mengamankan barang bukti ganja seberat 20,076 kilogram dengan dua tersangka berinisial SH dan SW. Kedua diamankan dipintu pelabuhan Domestik Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang, dimana baru tiba dari Dumai.

Penangkapan selanjutnya pada tanggal 2 februari 2016 sekira pukul 3.00 WIB di Jodoh Point blok B18 dengan tersangka R(37) sebagai kurir dengan BB. 25.25 gram sabu.

Selanjutnya, kurir berinisial AW(50) yang ditangkap di hotel Citic Pelita tanggal 06 februari dengan barang bukti 3.32 gram paket siap edar,” Kata Dia.

Kata Dia, pada tanggal yang sama juga ditangkap kurir MI(40) dikampung aceh, mengedarkan sabu 30.53 gram dalam kemasan dua bungkus paket siap edar.

Sedangkan, pada tanggal 14 februari pihaknya bersama BC Batam berhasil mengamankan 137 gram paket sabu yang disembunyikan dalam dubur oleh pelaku berinisial S(27) yang dibawa dari Malaysia.

Selanjutnya, PI(36) warga Tanjung Pinang berhasil ditangkap saat transaksi di jalan Lembah Merpati KM 11 samping hotel Aston dengan barang bukti 2957 gram ganja. Pada tanggal 21 februari 2016.

Dan terakhir, pelaku berinisial AR(43) dengan barang bukti sabu seberat 509 gram, pelaku berhasil diamankan BC Batam tanggal 4 februari sepulang dari Malaysia dan akan diedarkan di Jawa Timur,” Ujarnya.

Sedangkan delapan pelaku, imbuhnya, sudah mendekam dalam tahananan BNNP Kepri untuk dilakukan penyidikan serta pengembangan jaringan mereka dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kedelapan pelaku dijerat pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), UU RI tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.” Terangnya.

Penulis : pet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here